MOSKOW (DP) – Saat ini para insinyur di NAMI, konsorsium yang menggarap mobil kepresidenan Presiden Rusia Vladimir Putin, sedang sibuk melakukan penyempurnaan pada mobil tunggangan orang nomor satu Negeri Beruang Merah itu, yang diberi nama Kortezh.
Yang unik dari dua pemimpin dunia besar, Donald Trump dan Vladimir Putin, yang memiliki hubungan memanas belakangan ini menyusul serangan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah, yang kemudian dibalas dengan serangan ke sejumlah obyek vital di Suriah oleh pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat, adalah soal kendaraan tunggangan mereka. Pada tahun ini, Trump maupun Putin akan sama-sama menerima mobil kepresidenan baru.
Jika di Rusia, tim Putin sedang menyiapkan kelahiran Kortezh, sedangkan di Amerika, para insinyur Cadillac juga melakukan hal yang sama seperti rekan-rekan mereka di NAMI. Hanya saja, yang digarap adalah mobil kepresidenan untuk Presiden AS Donald Trump, yang dikenal dengan nama Beast. Saat ini, presiden yang kerap bertindak kontroversial itu masih rela menggunakan mobil kepresidenan bekas pendahulunya, Barack Obama.
Untuk diketahui, NAMI sendiri adalah konsorsium yang memayungi sejumlah merek otomotif Rusia, meliputi Sollers, GAZ, KAMAZ dan ZiL. Dalam proyek Kortezh, Porsche diyakini diundang untuk ikut membantu mengembangkan dapur pacu, yang disebut-sebut adalah mesin twin-turbocharged V-12 untuk menggerakkan Kortezh.
Prototipe Kortezh yang telah diujicoba biasanya sudah dilengkapi dengan pelapis anti peluru. Bodi Kortezh bakal kokoh melindungi penumpangnya dari serangan senjata api kaliber besar berkat penguatan dengan material Kevlar, sementara bannya menggunakan jenis run-flat tires.
Putin diharapkan sudah bisa menerima Kortezh untuk tahap pertama pada akhir 2018. Sedikitnya akan ada 200 kendaraan yang akan masuk dalam daftar armada kendaraan untuk menunjang kegiatan kenegaraan Presiden Putin dan rombongannya.
Menurut laporan Russia Today, mengutip Menteri Industri dan Perdagangan Denis Manturov, new Kortezh sudah berhasil menjalani uji tabrak dan hasilnya memuaskan. Dengan begitu, para insinyur NAMI tinggal melakukan penyempurnaan di sana sini sebelum Kortezh resmi melaksanakan tugas membawa salah satu orang kuat di dunia.
Manturov menegaskan Kortezh untuk pertama kalinya akan diperkenalkan kepada publik selama ajang Moscow Auto Show yang digelar akhir tahun ini. Namun ia belum berani mengkonfirmasi bahwa Kortezh sudah bisa digunakan Putin saat upacara pelantikan pada Mei mendatang.
“Mobil untuk ujicoba akan diserahkan tepat waktu sebelum akhir April ini,” sebut Manturov.
Di era Uni Soviet, para pimpinan Rusia menggunakan mobil dari berbagai macam merek buatan lokal, seperti ZIL-41047. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet, para pemimpin Rusia memilih mobil buatan Jerman. Bahkan mobil kepresidenaan sekarang adalah limosin Mercedes-Benz S 600 Guard Pullman.
Nah, jika di Rusia dan Amerika sedang mempersiapkan mobil kepresidenan baru untuk sang pemimpin, di Tanah Air, Presiden Joko Widodo masih setia dengan mobil kepresidenan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Mercedes-Benz S600 Guard buatan 2007.
Di tengah belum adanya kepastian untuk pengadaan mobil kepresidenan baru untuk Presiden Jokowi, BMW Group Indonesia sebagai agen pemegang merek BMW di Tanah Air pernah menyatakan kesiapannya jika dipilih untuk menghadirkan mobil Presiden Republik Indonesia. Bahkan, kata Jodie O’Tania, Vice President Corporate Communications BMW Indonesia, sudah mengajukan penawaran agar mobil tersebut digunakan sebagai mobil kepresidenan berpelat RI-1. Kita tunggu kabar dari Sekretariat Negara merek apa yang akan digunakan sebagai mobil RI-1 yang baru, atau akankah masih mempertahankan mobil RI-1 yang sekarang. (dp/TR)

