Taksi Online Menjamur, Bagaimana Asuransinya?


JAKARTA (DP) – Di era serba digital sekarang ini, beragam bisnis sudah mengacu pada teknologi ini, termasuk transportasi umum, seperti taksi online atau ojek online. 

Ridesharing atau taksi dan ojek online seperti yang kita kenal saat ini, sudah menjadi bisnis untuk mendapatkan uang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Model transportasi seperti ini sudah memicu polemik di berbagai negara, tak terkecuali di Tanah Air. Masalahnya hampir sama di berbagai negara, yaitu soal ketidakadilan, yang ditudingkan pelaku industri transportasi resmi, terutama terkait dengan pentarifan dan izin operasional.

Di sini kita tidak membahas soal yang tadi, tapi lebih kepada polis asuransi. Selama ini para pemilik kendaraan sudah paham bahwa fungsi asuransi kendaraan adalah melindungi kendaraan dari berbagai masalah, mulai dari kehilangan, kerusakan akibat huru-hara, kecelakaan  hingga bencana alam.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah polis asuransi yang ada dapat melindungi pemilik kendaraan ketika terjadi kecelakaan dan ketika membawa penumpang berbayar? Dalam hal ini konteksnya adalah taksi online.

Baca juga:  Beli Produk Asuransi Ini Mulai Dari Rp 50 ribu

Sekadar mengingatkan, bahwa polis asuransi kendaraan pribadi yang jamak berlaku adalah melindungi pemilik kendaraan bersama keluarganya, teman-temannya, mungkin anak dari tetangganya dan juga penumpang lain yang tidak berbayar.

Adapun batas premi bisa ditingkatkan untuk orang lain (pengemudi) yang telah disetujui oleh pemilik mobil. Pembayaran medis bisa dilakukan jika Anda memilih pertanggungan yang dimaksud.

Nah, sekarang bagaimana dengan pola ridesharing? Polis asuransi pribadi selalu menekankan bahwa pertanggungan tidak meng-cover pengemudi yang membawa penumpang atau barang dengan imbalan uang (berbayar). Kenapa?

Jawabannya adalah, karena mobil sudah tak lagi digunakan untuk keperluan pribadi, yaitu sudah dipakai untuk mencari uang. Kalau memang untuk berbisnis, perusahaan asuransi pasti akan menawarkan polis asuransi yang melindungi mobil untuk kepentingan komersial.

Masalahnya, banyak orang membeli mobil sekarang ini yang tidak terang-terangan mengatakan untuk dipakai sebagai taksi online, sehingga asuransinya tak sesuai dengan peruntukan. Masalah besar akan timbul ketika kendaraan mengalami kecelakaan dengan jatuh korban di pihak pengemudi yang tak terdaftar di perusahaan asuransi dan juga penumpangnya.

Baca juga:  Mobil Listrik Toyota Cuma Digowes Buat Isi Baterai

Jika di Amerika, layanan ridesharing seperti Lyft dan Uber telah meningkatkan perlindungan bagi para mitra pengemudi mereka. Seperti Lyft yang menawarkan limit US$1 juta dan Uber sebesar US$50.000 hingga US$100.000 limit ketika mitra pengemudi terdaftar dan perlindungan akan diberikan tanpa melihat apakah sang driver membawa penumpang atau tidak. Kenaikan limit itu dinilai bermanfaat apabila terjadi kecelakaan parah yang juga melibatkan orang lain.

Tapi beberapa perusahaan asuransi ada yang punya polis yang dapat melindungi peserta asuransi (pribadi) yang mobilnya dipakai untuk berbisnis. Cara ini jelas lebih murah preminya dibandingkan dengan asuransi untuk komersial.

Nah, bagi Anda yang berniat mendapatkan penghasilan tambahan dari taksi online, jangan malu untuk bertanya ke agen asuransi Anda, apa saja yang di-cover dan mana yang tidak. Dan yang terpenting adalah, Anda jujur bahwa kendaraan yang Anda daftarkan asuransi untuk taksi online, sehingga Anda tak menemui masalah ketika mengajukan klaim di kemudian hari. [dp/tgh]