Wajib SNI Untuk Pelumas Otomotif Berlaku Juni 2018


JAKARTA (DP) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bakal memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas otomotif paling cepat Juni 2018. SNI diberlakukan usai notifikasi yang diajukan pemerintah mendapat lampu hijau dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kami sudah mengajukan notifikasi kepada WTO beberapa waktu lalu, biasanya proses review di WTO memakan waktu tiga bulan. Sekarang sudah memasuki bulan kedua, kalau tidak ada sanggahan maka seharusnya bulan depan sudah bisa diterapkan SNI ini, atau sekitar bulan Juni,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, di Jakarta, Rabu (2/5).

Achmad menuturkan, pemberlakuan SNI produk pelumas otomotif mendesak untuk diberlakukan. Pasalnya, pasar pelumas Indonesia justru banyak dibanjiri oleh produk pelumas impor, yang tidak dapat dijamin kualitasnya oleh pemerintah karena belum adanya kewajiban untuk mengikuti standar SNI.

“Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, saat ini ada 44 perusahaan produsen pelumas di dalam negeri, dengan kapasitas terpasang mencapai 2,04 juta kilo liter (KL) per tahun. Namun, utilisasi produksi pabrik pelumas nasional hanya mencapai 42% atau 858.360 KL per tahun, sementara kebutuhan pelumas dalam negeri mencapai 1,14 juta KL per tahun,” papar dia.

Baca juga:  Berkat Teknologi Ini, Kaca Film Konica Minolta ICE-µ Ampuh Tolak Panas

Sedangkan Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin, Taufiek Bawazier, mengatakan saat ini ada 144 importir yang memenuhi kekurangan pasokan sebesar 285.959 tersebut dengan menjual produk pelumas luar negeri di Indonesia.

“Kondisi ini mengkhawatirkan, karena dari hasil inspeksi di lapangan yang dilakukan, banyak ditemukan produk pelumas yang kualitasnya ada di bawah standar internasional yang berlaku. Ditambah lagi dengan banyaknya produk pelumas palsu,” ujarnya.

Taufiek menilai, dengan memberlakukan SNI bagi tujuh jenis pelumas, nantinya bisa menghilangkan produk-produk pelumas yang tidak berkualitas apalagi palsu dari pasar.

“Tujuh jenis pelumas otomotif yang akan diberlakukan SNI adalah pelumas motor bensin 4 tak kendaraan bermotor, pelumas motor bensin 4 tak sepeda motor, pelumas motor bensin 2 tak dengan pendingin udara, pelumas motor bensin 2 tak dengan pendingin air, pelumas motor diesel putaran tinggi, pelumas roda gigi transmisi manual dan gardan, serta pelumas transmisi otomatis,” tutur Taufiek.

Baca juga:  Kemenperin ‘Ngegas’ Industri Otomotif Agar Berorientasi Ekspor

Achmad Sigit menambahkan, sebelum memberlakukan SNI tersebut, saat ini Kemenperin tengah menggalakkan sertifikasi bagi laboratorium yang bisa melakukan uji kualitas pelumas dari sisi fisika dan kimia, serta laboratorium untuk uji performa.

“Saat ini belum ada laboratorium yang mampu melakukan uji performa. Ini yang sedang kita siapkan, jangan sampai setelah SNI wajib diberlakukan, produsen atau importir melakukan pengujian di luar negeri,” kata Achmad. [dp/TGH]