Loyalis Toyota Altis ini Kampanyekan Penggunaan Lajur Kiri Jalan Tol


JAKARTA (DP) – Jalan Tol yang sejatinya adalah jalan bebas hambatan, masih saja dirundung masalah kemacetan dan kecelakaan. Selain padatnya jumlah kendaraan, para pengendara roda empat masih belum efektif dan efisien dalam menggunakan jalan tol.

Masih banyaknya pengendara yang berkecepatan lambat di lajur kanan yang seharusnya khusus untuk lajur mendahului, menjadi salah satu penyebab ketidaklancaran jalan tol.

Hal ini banyak berpengaruh besar terhadap pengguna jalan tol lain seperti misalnya pengendara di lajur kanan melambat atau bahkan kerap terjadi kecelakaan karena banyak banyak yang akhirnya menggunakan bahu jalan.

Ironisnya, sudah ada catatan panjang korban jiwa kecelakaan dikarenakan menabrak kendaraan yang sedang berhenti di bahu jalan tol. Atas dasar inilah, loyalis Toyota Altis yang tergabung dalam Altis Indonesia Community (ALTIC) tergerak untuk membuat kegiatan kampanye sosialisasi penggunaan lajur kiri jalan tol.

Sebagai bagian dari pelaksanaan salah satu programnya, ALTIC Well Behaved Driver, kampanye bertajuk ‘Left Lane Campaign’ ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan turing ke Guci, Tegal, Jawa Tengah, pada 5-6 Mei lalu.

Baca juga:  Mengapa, Auto2000 Minta Konsumen Segera Servis Mobilnya?

“ALTIC berinisiatif untuk melakukan kampanye ini. Minimnya kesadaran pengguna jalan Tol akan pemanfaatan lajur kiri memiliki efek besar. Seperti efisiensi waktu, bahan bakar dan bahkan bisa mengancam keselamatan dan bahkan nyawa pengendara,” ungkap Chairul Fahry, Ketua Umum ALTIC, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam kegiatan yang juga sebagai bentuk Community Sosial Responsibility ALTIC, para anggota ALTIC membagikan flyer serta souvenir parfum gantung mobil bertuliskan ‘Gunakan Lajur Kiri Jalan Tol’ di beberapa rest area. Hal ini dilakukan agar pengendara selesai beristirahat senantiasa teringat dalam berkendara.

“Diharapkan ada perubahan kebiasaan masyarakat dalam berkendara khususnya di jalan tol. Kampanye sederhana ini kami persembahankan untuk perubahan besar dalam keselamatan berkendara,” tutup Fahry. [dp/MT]