Ritual Ini Wajib Dilakukan Jika Mudik Pakai Motor Custom | dapurpacu.id

Ritual Ini Wajib Dilakukan Jika Mudik Pakai Motor Custom


JAKARTA (DP) – Larangan mudik menggunakan sepeda motor memang benar adanya. Selain bawaan yang terlampau banyak, para pemudik biasanya juga selalu berpacu dengan waktu. Persiapan mudik menggunakan sepeda motor harus lebih teliti, terlebih jika Anda menggunakan motor custom. Ada tiga ritual yang wajib dilakukan sebelum memulai perjalanan.

“Secara defensif, di mana-mana mudik naik motor memang tidak disarankan. Jadi sebisa mungkin naik kendaraan roda empat. kalau alasannya supaya motor bisa dipakai ke mana-mana di sana. Ya, sebaiknya motornya dipaketin aja,” ujar Andi Akbar, punggawa Katros Garage, saat ditemui Dapurpacu.id pekan lalu.

Tiga ritual yang harus kalian lakukan tidak termasuk dalam mengecek mesin, karena umumnya perawatan mesin adalah memperhatikan kondisi seperti penggantian oli, rembesan, dan lainnya. Di luar itu, hal penting pertama yang mesti dicek adalah kaki-kaki.

“Paling pertama yang dicek adalah bagian kaki-kaki. Mulai dari yang paling mudah seperti laher roda, kondisi ban, pelek, teromol semua segala macam,” ujar Atenk, sapaan akrabnya.

Baca juga:  MOAS 2020 Resmi Digelar di Wilayah Jateng dan Yogya

Kedua, perhatikan kondisi sasis, pasalnya sasis motor custom sudah bukan bawaan yang orisinal. “Sudah las-lasan yang dibuat bengkel custom. Nah itu kondisi fisik dicek apakah sudah karatan dan segala macam,” tambahnya.

Satu hal lagi yang penting juga untuk dicek adalah tangki bensin. Mengingat tangki juga kadang dibuat secara khusus, maka pastikan tidak ada kebocoran di sana. “Kalau bagian tangki, itu dicek bocor apa enggak. Kalau jalan jauh, bocoran itu akan makin melebar soalnya ada getaran mesin,” kata Atenk.

Pada intinya, pengguna motor custom mesti tahu batas maksimal motor sampai mana sehingga jarak jangan dipaksakan. “Si pengendara juga harus ekstra hati-hati. Jadi, aman atau enggak bukan cuma ditentukan dari motornya, tetapi ridernya sendiri. Kalau ugal-ugalan ya enggak aman,” tutup atenk. [dp/ARB]