Michelin Ingin Hasilkan Produk Berkualitas dan 100% SNI


JAKARTA (DP) – Sebagai pabrikan ban terkemuka dunia, Michelin melalui PT Michelin Indonesia, ingin menghasilkan produk ban berkualitas untuk motor, mobil penumpang dan kendaraan komersial, yakni bus dan truk.

“Michelin ingin hasilkan produk sesuai keinginan konsumen. Juga ingin penuhi semua segmen, seperti sepeda motor, skutik, mobil penumpang, mobil boks, truk dan bus. Dan Michelin juga memproduksi ban dalam,” kata Marketing Director Michelin untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura, Putu Swaditya Yudha, di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin (4/6).

Putu menegaskan bahwa seluruh ban yang diproduksi Michelin telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga pasti aman dan sesuai dengan kondisi jalan di Tanah Air.

“Kami ingin makin banyak konsumen yang memakai ban Michelin, karena ban kami sangat mengutamakan safety,” imbuh Putu.

Menurut dia, ban adalah produk berteknologi tinggi karena melalui pengembangan yang kompleks. Dengan begitu, ban Michelin yang masuk ke Indonesia telah disesuaikan dengan kondisi di Tanah Air, baik dari faktor iklim, permukaan jalan dan gaya mengemudi masyarakat di Indonesia.

Baca juga:  Berusia Setengah Abad Lebih, Pertamina Bagi-Bagi Hadiah

Public Affairs and Corporate Communications PT Michelin Indonesia, Nora Guitet, menambahkan bahwa dengan semakin banyaknya jalan tol yang dibangun di Indonesia, maka dibutuhkan ban yang tahan terhadap panas.

“Karena mengemudi di jalan tol kan jarak jauh dan lama, sehingga temperatur ban akan naik. Di sini dibutuhkan ban yang mampu mengusir panas akibat gesekan dengan permukaan jalan,” katanya.

Ia memberi contoh dengan banyaknya truk yang berhenti di rest area jalan tol. Selain pengemudi beristirahat, truk-truk yang berhenti itu juga untuk mendinginkan ban.

“Bahkan tak jarang pengemudi truk sampai mengencingi ban (maaf) demi menurunkan temperatur ban. Tapi dengan ban Michelin, temperatur berlebihan tak akan terjadi karena struktur dan material yang digunakan memiliki kemampuan untuk ‘mengusir’ panas,” ucapnya.

Putu menyarankan bahwa untuk pemakaian di jalan tol lebih baik menggunakan ban radial ketimbang ban bias karena konstruksinya mampu mengusir panas.

Baca juga:  Marquez Pole Position di MotoGP Amerika, Rossi Kedua

Pada dasarnya, ban bias dibuat dengan susunan dua benang atau lebih yang melingkar dari bead ke bead dengan membentuk sudut 40 derajat hingga 65 derajat terhadap garis tengah lingkaran ban.

Sedangkan ban radial memiliki konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban.

Nah, bagi Anda yang bersiap untuk mudik dengan kendaraan, sebaiknya memilih ban radial jika Anda ingin lebih banyak melalui jalan tol. [dp/TGH]