Penjualan Produk Pikap Tata Masih Dominan | dapurpacu.id

Penjualan Produk Pikap Tata Masih Dominan


JAKARTA (DP) – PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) berkomitmen untuk terus menjadikan ranah kendaraan niaga sebagai lokasi ‘bermain’ utamanya. Eksistensi ini terus diwujudkan dengan beragam produk baru yang kelak bakal diluncurkan di Tanah Air.

Presiden Direktur TMDI Biswadev Sengupta menuturkan Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Dan dirinya melihat sangat ideal bagi Tata Motors, karena sejalan dengan lini produk yang diboyong untuk pebisnis di Indonesia.

“Pasar kendaraan niaga di Indonesia sedang bertumbuh hingga 25%. Dan produk-produk Tata yang kami boyong ke sini sesuai dengan kebutuhan konsumen,” terang Biswadev, di sela-sela temu media beberapa waktu lalu.

Terkait segmentasi, dia mengakui bahwa lini produk pikup masih menjadi tulang punggung Tata. Konsentrasi penuh pun Biswadev curahkan pada produk-produk yang telah digulirkan. Seperti Super Ace, Super Ace HT dan Ace EX2.

“Pasar segmen pikap memang tengah tumbuh baik di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah populasinya yang mencapai 5% dari total market. Dan pasar pikap sudah mencapai 50% dari total pasar keseluruhan kendaraan komersial,” ujar Biswadev.

Namun dibalik itu, dia juga fokus pada penjualan truk. Salah satu momen yang tepat adalah pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, yang akan berlangsung pada 2 – 12 Agustus mendatang.

Di ajang tersebut, TMDI berencana memperkenalkan model-model teranyar yang sebelumnya sudah meluncur di India. Model truk terbaru ini diklaim bakal menyasar pada kebutuhan pertambangan dan kosntruksi.

Target Double Zero

Data Gaikindo menyebutkan hingga periode Januari – April 2018, lini produk Tata telah terjual sebanyak 281 unit. Dari jumlah tersebut model pikap menjadi kontributor terbesar dengan pencapaian 252 unit. Sedangkan truk sebanyak 29 unit.

“Konsentrasi kami bakal kami fokuskan pada model-model truk, sebab pasarnya terus meningkat saat ini. Itulah kenapa kami optimis target kami di tahun ini bisa tercapai,” yakin Biswadev.

Tahun ini, TMDI berharap dapat merealisasikan peningkatan angka penjualan hingga ratusan unit (double zero). Untuk penetrasi pasar, di wilayah Jawa sudah cukup kuat. Fokuskan dialihkan untuk menggarap pasar di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Berikutnya target di Kalimantan.

“Diharapkan tercapai target dua kali lipat pada tahun ini. Daerah lain selain Jawa bakal kami fokuskan,” pungkas Biswadev. [dp/MTH]