Investasi di Kendaraan Klasik, Menguntungkan Tidak Ya?


JAKARTA (DP) – Saat ini banyak orang kembali tertarik pada kendaraan-kendaraan model lama, yang membuat harganya melambung. Tapi jika memang berniat berinvestasi di kendaraan ‘jadul’ ini, apakah menguntungkan?

Untuk beberapa kasus memang menguntungkan, apalagi jika kendaraan lawas itu adalah kendaraan simpanan yang dibeli ketika harganya belum tergerus inflasi. Contohnya seperti sepeda motor bermesin dua tak yang tidak lagi diproduksi, semacam Yamaha RX King atau Vespa jadul. Juga ada motor matik Yamaha Nouvo yang kini juga banyak dicari di pasaran dan Honda CB.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, mungkin Toyota Land Cruiser FJ 40, VW Kodok, VW Kombi dan Land Rover serta jip Mercedes, cukup menguras isi kantong jika Anda ingin memilikinya.

Situasi seperti ini juga terjadi di dunia Barat. Contohnya di Jerman. Perbankan di negeri yang dipimpin Kanselir Angela Merkel itu bahkan menyarankan para nasabah mereka untuk berinvestasi di kendaraan klasik, karena kendaraan tua ini makin lama disimpan makin melambung harganya. Hanya saja, kondisinya harus tetap terjaga dan terawat.

Baca juga:  Toyota Ukir Sejarah, Juara Reli Dakar Bersama Al-Attiyah

Khusus di Jerman, rekomendasi beli untuk kendaraan klasik banyak dilakukan oleh lembaga pembiayaan, terutama untuk mobil buatan Jerman.

Dalam laporan Bloomberg pekan lalu disebutkan bahwa Porsche 911 klasik telah mengalami kenaikan harga hingga 683 persen dari nilai murninya dalam periode 13 tahun.

Itu bukan isapan jempol, karena pasar mobil klasik di Jerman terus bergairah dalam beberapa tahun terakhir, yang diwarnai oleh naiknya sukubunga pinjaman.

Statistik dari perbankan Jerman juga menunjukkan arah ke situ, di mana indeks mobil klasik OTX, yakni indeks untuk mengukur nilai dari 20 mobil paling berharga, meningkat empat kali lipat mulai 2005 hingga 2018.

Kenaikan indeks OTX, yang mayoritas mengukur valuasi merek mobil Audi, BMW, Daimler, dan Porsche, mencatat lonjakan 204 persen dalam indeks saham DAX pada periode yang sama.

Namun demikian, kalangan perbankan tidak menyarankan nasabah mereka untuk melepas saham di bursa saham dan dananya digunakan untuk investasi mobil klasik. Karena tak semua mobil klasik dapat memberikan keuntungan di masa depan. Atau boleh dibilang, mobil lawas itu musim-musiman, kalau lagi musim akan melonjak harganya, tapi kalau tidak musim bakal merugi.

Baca juga:  Ini Bukti Komitmen Michelin Hasilkan Ban Ramah Lingkungan di Indonesia

Para ahli keuangan menyatakan bahwa nilai dari sebuah kendaraan vintage itu selain karena faktor musiman, juga ditentukan oleh keaslian, cara penyimpanan, perawatan dan variabel lainnya. [dp/TGH]