Modifikator Indonesia Juga Jago Inovasi Teknologi Motor


JAKARTA (DP) – Bagaimana pun, berbagai kontes dan kompetisi modifikasi diyakini sebagai momen paling dinanti bagi para modifikator untuk ‘menerjemahkan’ hasil karya yang brilian. Segenap ide-ide cemerlang bakal dicurahkan guna menghasilkan karya yang menarik.

Seiring perjalanan waktu, para modifikator atau akrab disapa builder coba berinovasi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada pada motor saat ini tanpa ‘menghapus’ faktor keamanan dalam berkendara.

Tak terkecuali untuk para builder di Tanah Air. Langkah tersebut justru mendapat respons positif dari pabrikan sepeda motor di Indonesia, dan menjadi nilai tambah dari tiap juri yang melakukan penilaian.

Hal ini diungkapkan oleh Yaya Lekha, builder Queenlekha Choppers asal Yogyakarta, yang juga menjadi bagian dari juri dalam event bertajuk Honda Modifikasi Contest (HMC) 2018, regional Jakarta yang digagas oleh PT Wahana Makmur Sejati, akhir pekan lalu.

Yaya mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya, dia sudah menyaksikan seluruh hasil karya builder yang ditunjukkan pada gelaran HMC. Kini, lanjutnya, mereka sudah mulai berani melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada pada motor untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

Baca juga:  Honda Siap Pamer Teknologi Terdepan di GIIAS 2018

“Di tahun sebelumnya ada yang menggunakan fitur keyless. Tahun ini ada juga yang menggunakan fitur Combi Brake System (CBS), dan masih banyak lagi yang lainnya,” jelas Yaya, saat ditemui Dapurpacu.id di Jakarta (15/7).

Yaya dan Hidayat Prio Wibowo, builder Retro Syndicate yang juga menjadi juri HMC, menilai seiring tren modifikasi yang terus berkembang, kini banyak dari builder yang memanfaatkan mesin ber-cc kecil untuk motor beraliran chopper.

Padahal, pada umumnya untuk motor-motor beraliran tersebut identik dengan motor berkapasitas mesin besar dengan stang tinggi, guna menunjukkan karakter gahar.

“Tren modifikasi ataupun custom bisa terlihat di kelas Free For All (FFA). Saat ini, motor balap jadul atau biasa dikenal dengan broadtracker lebih diminati para builder, namun tak jarang juga mengambil aliran chopper,” kata Yaya.

“Builder atau modifikator sudah mulai berani menggunakan mesin kecil ke dalam konsep motor chopper, dan ini merupakan perkembangan yang baik untuk dunia custom Tanah Air,” sebut Prio. [dp/ARB]