Rolls-Royce Siapkan Taksi Terbang, Kecepatannya 420 Km/Jam | dapurpacu.id

Rolls-Royce Siapkan Taksi Terbang, Kecepatannya 420 Km/Jam


LONDON (DP) – Kemacetan yang semakin parah di sejumlah kota besar di dunia menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian perusahaan untuk menciptakan kendaraan yang mampu terbebas dari kemacetan, salah satunya adalah Rolls-Royce.

Merek asal Inggris yang terkenal dengan mobil super mewahnya ini ikut terdorong untuk menghasilkan kendaraan yang praktis dan aman untuk menghindari kemacetan dan sekaligus menunjang mobilitas masyarakat, khususnya di perkotaan.

Bukan kendaraan konvensional yang mereka ciptakan, melainkan kendaraan yang bisa tinggal landas dan mendarat, atau kerap disebut sebagai vertical take-off and landing vehicles (VTOL). Jangan heran, karena selama ini selain piawai membuat mobil, Rolls-Royce juga terkenal sebagai pembuat mesin pesawat terbang.

Itulah mengapa Rolls-Royce tidak memamerkan produk anyarnya di pameran mobil, tetapi memilih pameran kedirgantaraan Farnborough International Airshow untuk memperkenalkan VTOL miliknya.

Rolls-Royce rencanya akan menggunakan sistem hybrid pada VTOL ini, yang menggunakan teknologi turbin gas untuk membangkitkan listrik yang menggerakkan enam buah propulsor (sistem pendorong) elektrik. Juga dilengkapi baterai sebagai penyimpan energi untuk mesin tersebut.

Untuk turbin yang digunakan pada konsep itu adalah M250, salah satu turbin paling sukses dalam mesin pesawat terbang buatan Rolls-Royce. Turbin tersebut pertama kali diperkenalkan 50 tahun lalu, dan sudah ada 31.000 unit yang dipasarkan, dengan lebih dari separuh masih beroperasi hingga saat ini.

Pada konsep VTOL Rolls-Royce, turbin hybrid M250 ditargetkan dapat menggerakkan kendaraan terbang ini hingga kecepatan 402 km/jam dan daya jelajah 805 km. Karena berteknologi hybrid, maka tak perlu lagi mengisi ulang baterai.

Sayap pada VTOL Rolls-Royce ini dapat berputar 90 derajat sehingga memungkinkan untuk melakukan tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Setelah terbang di ketinggian, propeler pada sayap dapat dilipat untuk mengurangi hambatan angin dan kebisingan pada kabin.

Rolls-Royce mengatakan kendaraan terbang terbaru ini kemungkinan baru dipasarkan pada awal atau medio 2020-an. Harapannya, kendaraan terbang ini dapat berfungsi sebagai taksi untuk melayani transportasi kaum urban. Untuk saat ini Rolls-Royce belum menentukan harganya.

“Rolls-Royce memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pionir di dunia penerbangan,” kata Rob Watson, kepala tim elektrikal di Rolls-Royce, dalam keterangan tertulisnya. [dp/TGH]