Cara Toyota Angkat Potensi Para Guru SMK Lewat KGTS 2018 | dapurpacu.id

Cara Toyota Angkat Potensi Para Guru SMK Lewat KGTS 2018


BEKASI (DP) – Toyota Astra Motor (TAM) terus berkomitmen untuk melakukan knowledge sharing dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekitarnya. Yakni melalui pelatihan perbaikan berkelanjutan (kaizen), seperti practical problem solving, termasuk ke sekolah-sekolah di sekitar perusahaan.

Salah satu wujudnya melalui program Kaizen Goes To School (KGTS), dan sebanyak 44 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di area kabupaten Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, turut ambil bagian dalam itu.

TAM bersama-sama dengan Duta KGTS menyusun perangkat pembelajaran dan juga melakukan pelatihan dan pendampingan khusus kepada para guru dari ke 44 SMK ini. Diharapkan para guru akan mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

Sebagai keberlanjutan program, TAM juga melakukan Konvensi KGTS dengan melibatkan seluruh sekolah tersebut. Ke-44 SMK melakukan pemaparan atas program KGTS, di mana materi yang dipresentasikan adalah kegiatan problem solving yang dilakukan di sekitar sekolah.

Nantinya akan dipilih satu pemenang yang memiliki program yang dinilai paling efektif dan secara pelaksanan paling baik.

“Kami ingin semangat Kaizen mampu meningkatkan produktivitas baik waktu maupun hasil dapat juga digunakan di sekolah-sekolah Indonesia,” ucap Nanang Susminarto, Deputy Division Head SPLD – TAM.

Sejak 2014 TAM melaksanakan kegiatan pelatihan nilai-nilai Kaizen ke dunia pendidikan, yaitu Laboratorium Kaizen di SMK Al Muslim Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Selain itu, TAM juga melakukan soft skill training dan pendampingan bagi guru yang bertugas untuk mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

Melalui KGTS ini, para guru dan siswa dirangsang untuk menjadi lebih sadar terhadap problematika yang ada di sekitarnya. Misalnya masalah keterlambatan mengumpulkan PR, mengurangi jumlah siswa yang remedial, berhemat air, kertas, dan listrik, mengurangi limbah plastik, dan program lingkungan lainnya.

Sejatinya, peningkatan kualitas sumber daya dilakukan Toyota melalui Quality Control Circle (QCC), yang lahir dari nilai dasar budaya perusahaan Toyota Way yaitu Respect for People dan Continuous Improvement (Kaizen).

“Setiap karyawan Toyota berperan aktif dalam memberikan ide perbaikan di perusahaan, sedangkan kaizen diwujudkan melalui perbaikan terus-menerus oleh seluruh komponen perusahaan di seluruh lini operasional, baik di bidang produksi maupun administrasi,” Kata Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto.

Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, salah satu program andalan Toyota adalah pelaksanaan QCC yang diyakini mampu menjadi wahana dalam menciptakan pribadi yang berjiwa inovatif, sehingga mampu bersaing di era persaingan regional maupun global.

Tantangan tidak hanya dihadapi internal TAM, karena lingkungan eksternal seperti dunia pendidikan juga dihadapkan pada berbagai problematika dan tantangan. Seperti tingginya tingkat pengangguran, kompetisi yang semakin ketat, serta kesenjangan antara kualifikasi lulusan sekolah dengan spesifikasi yang dibutuhkan di lapangan.

Sekolah dinilai menjadi salah satu institusi yang memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai dan pembentukan karakter/kepribadian, sekaligus sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Sehingga, KGTS diharapkan menjadi solusi dan memberikan kontribusi strategis bagi dunia pendidikan untuk mewujudkan generasi yang lebih baik.

Soerjopranoto berharap para peserta didik dalam program ini akan memiliki bekal yang cukup berupa soft skill problem solving.

“Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat mereka bergabung dengan dunia industri dan usaha, juga dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat di sekitarnya,” tutup Soerjopranoto. [dp/MTH]