Toyota Raup Untung Besar di Asia 


TOKYO (DP) – Toyota Motor membukukan kenaikan laba kuartalan sebesar 19 persen, yang merupakan kinerja kuartalan terbaik dalam periode dua setengah tahun terakhir.

Pendorong apiknya kinerja keuangan raksasa otomotif Jepang itu adalah tingginya penjualan dan pemangkasan biaya di kawasan Asia.

Toyota Motor dalam pernyataan resminya menyebutkan laba operasi tercatat sebesar 682,6 miliar yen ($6,11 miliar) selama April-Juni, versus 574,3 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan retail secara global naik 1 persen menjadi 2,6 juta unit pada periode itu, dipacu okeh kenaikan 8,5 persen di Asia.

Selama enam bulan pertama tahun ini, permintaan untuk model anyar Camry membantu meningkatkan penjualan di China sebesar 5,4 persen, sedangkan penjualan di Thailand melambung 26 persen.

Secara gabungan, penjualan di kedua negara itu mendorong lonjakan laba kuartal pertama di Asia sebesar 40,2 persen.

Baca juga:  Jelang Liburan Tahun Baru, Auto2000 Beri 3 Promo Menggoda

Terpukul insentif di Amerika Utara

Di Amerika Utara, yang merupakan pasar regional terbesar Toyota, penjualan tumbuh 3,2 persen berkat kenaikan permintaan pick-up, seperti Tacoma dan Tundra. Namun demikian, laba masih tertekan hingga anjlok 29 persen akibat besarnya insentif penjualan.

Untuk di Jepang, penjualan Toyota melorot 6,3 persen, namun profitabilitas tumbuh 24 persen berkat pemangkasan biaya dan meningkatnya jumlah kendaraan yang diproduksi di Jepang dan diekspor ke mancanegara.

Meski menikmati lonjakan laba di Asia, tapi Toyota masih mempertahankan proyeksi laba tahun ini turun 4,2 persen menjadi 2,3 triliun yen. Tapi itu juga tergantung pada nilai tukar yen terhadap dolar AS. Saat ini Toyota memproyeksikan nilai tukar dolar sebesar 106 yen, dari estimasi sebelumnya 105 yen. Jika yen menguat, maka itu akan menghapus semua manfaat dari pemangkasan biaya dan tingginya penjualan secara global.

Baca juga:  Siap Sambut Toyota Yaris Versi Sangar Bermesin Turbo
Sementara itu di Eropa, pendapatan operasi Toyota naik 2,6 miliar yen menjadi 23,1 miliar yen, yang sebagian besar berkat dukungan dari program pemangkasan biaya dan juga peningkatan penjualan sebanyak 12.295 unit menjadi 252.639 unit. [dp/TGH]