Cara Suzuki Ertiga Jawab Konsumen Berkebutuhan Khusus


TANGERANG (DP) – Data yang dirilis Badan Pusat Statistik Indonesia mencatat ada 21.843.408 orang berkebutuhan khusus. Angka tersebut setara dengan 8,56% jumlah penduduk di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, mereka tidak hanya memiliki cacat fisik, namun juga terkait usia dan kesehatan. Dari sisi ini, tentunya mereka punya kesulitan tersendiri dalam menggunakan mobil, terutama kala masuk ke dalam mobil.

Menurut Yulius Purwanto, Head of 4W Product Development & Accessories PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), bagaimana pun mereka para ‘pemilik’ kebutuhan khusus ini butuh sarana penunjang mobilitasnya.

“Karena itulah kami coba memperkenalkan inovasi terbaru kami untuk mendukung mobilitas para penyandang keterbatasan fisik ini. Melalui Ertiga Support Concept inilah kami coba menjawab kebutuhan tersebut,” jelas Yulius, di sela-sela pemaparan mobil ini di hadapan media, Selasa (7/8).

Inovasi ini sendiri tertuang pada low MPV andalannya Ertiga tipe GX berkelir putih yang ditampilkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, ICE BSD, Tangerang.

Baca juga:  Suzuki Tambahkan Varian 'Garuk Tanah' Buat NEX II

Tidak ada ubahan pada fisiknya, hanya sedikit dilakukan rombakan di kabin, dimana kursi penumpang depan bisa difungsikan sebagai ‘sarana’ pemenuhan kebutuhan tersebut.

Secara mekanisme, jok penumpang depan dapat diputar secara manual sejauh 90 derajat untuk memudahkan akses masuk dan keluar kabin. Begitu juga dengan bukaan pintunya.

“Konsep ramah disabilitas memang diaplikasikan pada Ertiga Support Concept ini. Mobil ini tetap dalam kondisi orisinil hanya kita sesuaikan untuk pemenuhan kebutuhan mereka,” tambah Mohammad Eddy Ramadhan, Group Head 1 Product Development PT SIS.

Eddy mengaku untuk saat ini Suzuki baru mengaplikasikan pada Ertiga, dan tidak menutup kemungkinan diterapkan pada unit-unit lainnya.

“Tinggal penyesuaian saja. Terkait penempatannya di jok depan agar kaki penyandang cacat bisa leluasa bergerak, tidak tertekuk banget!,” lanjut Eddy.

Saat ditanya apakah bisa dibeli terpisah, Yulius menjelaskan untuk sementara penerapan tersebut baru pada tahap konsep, belum ada rencana untuk memproduksinya. [dp/MTH]