Toyota Siapkan ‘Jurus Pamungkas’ di China


BEIJING (DP) – Seiring membaiknya hubungan diplomatik China dengan Jepang, Toyota menyiapkan strategi jangka menengah untuk meramaikan persaingan di pasar otomotif terbesar dunia, yakni China.

Dibandingkan dengan sesama pabrikan mobil Jepang lainnya, yakni Nissan dan Honda, Toyota termasuk terlambat melakukan penetrasi ke pasar China.

Tapi dengan semakin seksinya pasar China, mau tak mau Toyota harus segera mengejar ketertinggalannya dari para rivalnya, terutama pabrikan asal Jerman dan Amerika yang lebih agresif bertarung di pasar Negeri Tirai Bambu.

Untuk itu, Toyota telah merancang strategi untuk bersaing merebut hati konsumen China, yakni dengan menambah kapasitas produksi di pabriknya di kota Guangzhou dan Tianjin sebesar 20 persen.

Berdasarkan laporan Reuters, Toyota akan mendongkrak volume produksi gabungan 240.000 unit per tahun dari dua fasilitas produksi di Guangzhou dan Tianjin.

Kapasitas produksi Toyota di China saat ini mencapai 1,16 juta unit per tahun.

Baca juga:  MCI Bergandengan Tangan dengan Tourism Board of Melaka

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Toyota ingin memproduksi 10.000 mobil listrik murni dan 110.000 model plug-in hybrid per tahun di pabrik Tianjin. Tak hanya itu, penambahan produksi untuk mobil listrik juga akan dilakukan Toyota di pabriknya di Guangzhou.

Berbekal penambahan volume produksi kendaraan, Toyota membidik kenaikan penjualan di China menjadi 2 juta per tahun, atau meningkat lebih dari 50 persen, hingga awal 2020-an.

Sebagai konsekuensi dari kenaikan produksi, Toyota juga bakal memperluas jaringan penjualan di negeri Kungfu itu.

Langkah besar Toyota untuk memberi perhatian lebih pada mobil listrik dan mobil berteknologi ramah lingkungan lainnya tak lepas dari kebijakan pemerintah China yang akan memberikan insentif pajak bagi pabrikan mobil yang membangun mobil listrik murni dan plug-in hybrid pada 2018, untuk kendaraan komersial pada 2020, dan segmen lain pada 2022. [dp/TGH]