Michelin Segera Produksi Ban Ramah Lingkungan di Indonesia


JAKARTA (DP) – Sebagai salah satu pionir dalam hal teknologi di industri ban kendaraan di dunia, Michelin segera memenuhi komitmennya untuk memproduksi ban dengan bahan baku ramah lingkungan di Indonesia.

Hal itu seiring dengan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) yang telah menyelesaikan pembangunan pabrik untuk memproduksi bahan baku ban ramah lingkungan.

SRI merupakan perusahaan patungan antara PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan Michelin. Total investasi perusahaan patungan ini mencapai US$435 juta, dengan kepemilikan masing-masing sebesar 55% untuk Michelin dan 45% oleh TPIA.

Pabrik ban yang berlokasi di Tangerang, Banten, itu akan menggunakan teknologi eksklusif milik Michelin.

“Ini merupakan suatu capaian baru bagi kami. Dengan selesainya pembangunan pabrik, sekarang kami dapat memenuhi permintaan bahan baku ramah lingkungan dan mengurangi impor bahan baku,” kata CEO SRI, Brad Karas, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (21/8).

Baca juga:  Geber Penjualan Rush, Toyota 'Jemput Bola' di 5 Transmart dan Carrefour

SRI akan memproduksi polybutadiene rubber dengan neodymium catalyst dan solution styrene butadiene rubber. Kedua produk tersebut merupakan material yang digunakan untuk memproduksi ban ramah lingkungan.

Bahan baku SRI akan berasal dari butadiene yang diproduksi oleh anak perusahaan, yakni Petrokimia Butadiene Indonesia.

“Adapun total poduksi tahunan pabrik SRI diharapkan dapat mencapai 120.000,” sambungnya.

Produksi akan dimulai pada akhir Agustus dengan termin pertama dikirimkan ke Michelin untuk proses produksi lebih lanjut.

Michelin sendiri sudah menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan sejak sebelum standar tersebut ditetapkan dalam industri ban kendaraan. Sejak awal 1946, dengan memperkenalkan ban radial (sekarang ban paling umum), Michelin telah mampu mengurangi hambatan gulir ban sebesar 30%.

Pada 1992, Michelin menguranginya lagi menjadi 20% dengan penambahan teknologi Silika, yang menjadikan ban tahan lebih lama dan lebih hemat bahan bakar. [dp/TGH]