Hadapi Hydroplaning, Ini Cara yang Harus Diperhatikan


KARAWANG (DP) – Musim hujan memang belum menampakkan curahnya di area Jakarta dan sekitarnya. Meski begitu perlu kiranya diwaspadai beberapa kendala yang kelak bakal dihadapi para pemilik kendaraan khususnya mobil, ketika kondisi tersebut datang.

Salah satunya adalah gejala hydroplaning atau aquaplaning, dimana kondisi tapak ban tidak bersentuhan dengan permukaan jalan karena terhalang genangan air. Kondisi ini lazim terjadi karena ban tidak ada kontak dengan permukaan jalan, sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan.

Dalam rangka memberikan edukasi seputar gejala hydroplaning atau aquaplaning kepada Sahabat Daihatsu, khusus klub dan komunitas pengguna mobil Daihatsu, beberapa waktu lalu menggelar acara Daihatsu Club Auto Clinic 2018.

Digelar di Gajah Tunggal Proving Ground, Karawang, Jawa Barat, kegiatan yang didukung oleh ban GT Radial ini mengusung tema Defensive Driving for Daihatsu Club. Tiga komunitas mobil Daihatsu dilibatkan dalam sharing edukasi ini.

Baca juga:  New Daihatsu Sigra Katanya Naik Rp 3 Juta, Konsumen Dapatnya Apa?

Budi Mahendra, Executive Coordinator CSVC division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan sejalan dengan besar defensive driving, maka pihaknya ingin mengedukasi klub pemilik mobil Daihatsu saat mengalami hydroplaning.

“Hydroplanning terjadi pada saat berkendara di jalanan basah, yang menyebabkan ban mengambang (tidak menyentuh jalan) ketika melewati genangan air, yang paling terburuk dapat mengakibatkan kendaraan kehilangan kendali,” jelas Budi.

Para peserta yang terdiri dari perwakilan Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC), Taruna Owners (TO), dan Charade Classy Winner (C2W) Community di Karawang, cukup antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Daihatsu Club Auto Clinic dibagi menjadi dua sesi, yaitu in-class sharing dan practice. Dalam sesi ini peserta diberi materi mengenai hal-hal yang harus diperhatikan pada ban sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman.

Pertama adalah kecepatan. Ketika hujan sebaiknya kecepatan maksimal kendaraan 70 km/jam, dan perhatikan kecepatan kendaraan di sekitar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya selip pada kondisi jalan basah.

Baca juga:  Builder Banjarmasin Unjuk Ide Modifikasi di ajang DDC 2019

Lalu cek kondisi ban. Pada musim hujan, ban yang prima adalah hal yang sangat penting, sehingga sebelum berkendara sebaiknya memeriksa kembangan ban mobil dalam keadaan baik. Saat membeli ban pilihlah ban yang direkomendasikan untuk permukaan kering dan basah.

Terakhir yaitu periksa tekanan angin. Sebelum berkendara, sebaiknya memeriksa tekanan angin pada ban, apakah sudah sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan.

“Saya ikut acara hari ini tadinya hanya ingin gathering bersama klub AXIC, tapi ternyata saya dapat banyak ilmu baru tentang keamanan berkendara, gak rugi jauh-jauh ke Karawang,” ujar Juniadhi Caniago, pengguna Xenia Sporty tahun 2013.

PT ADM berencana mengadakan kegiatan ini dalam 7 batch sepanjang tahun ini. [dp/MTH]