Pengendalian Impor Mobil Mewah Pacu Industri Otomotif Nasional


JAKARTA (DP) – Sektor otomotif menjadi salah satu sektor yang dipilih untuk mendukung revolusi industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah. Untuk itu, diperlukan dukungan bagi sektor ini untuk ikut menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa beleid pengendalian impor dapat menggenjot produksi industri dalam negeri, tak terkecuali untuk industri otomotif.

“Pada dasarnya, industri di Indonesia sudah ada dan siap menambah produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Salah satu contoh sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0, yakni sektor otomotif,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (6/9).

Airlangga memberikan contoh pada komitmen investasi Toyota Group di Indonesia selama 2 hingga 3 tahun belakangan ini yang mencapai Rp20 triliun. Kemudian, mereka menargetkan total ekspor mobil CBU untuk tahun ini sebanyak 217.000 unit atau senilai lebih dari US$3 juta.

Baca juga:  Ini Bahayanya, Jika Sembarang Pilih Jaket Saat Berkendara Mudik

“Pertengahan bulan ini juga akan ada ekspor dari Suzuki, sehingga ekspor secara keseluruhan di tahun ini akan menembus hingga 250.000 unit,” papar dia.

Melalui peningkatan ekspor ini, lanjut Airlangga, dapat memperbaiki struktural ekonomi Indonesia, yakni defisit transaksi berjalan.

“Guna menjaga fundamental ekonomi Indonesia, pengendalian impor mobil mewah akan efektif pada bulan ini. Kendaraan yang akan terkena dampak langsung adalah mobil yang memiliki kapasitas di atas 3000cc dan yang dikategorikan sebagai supercar,” ujarnya.

Dari sisi jumlah sebenarnya kuota impor mobil mewah selama ini termasuk kecil untuk Indonesia. Namun dengan pelarangan impor mobil mewah ini, pemerintah ingin menunjukkan komitmennya pada produksi mobil dalam negeri.

“Memang dari segi jumlahnya tidak besar, tetapi melalui kebijakan ini menjadi sinyal bahwa kita prioritaskan pada produksi nasional yang ikut menggerakkan ekonomi kita,” tutur Airlangga.

Pemerintah berharap dengan kebijakan pengendalian impor termasuk untuk mobil mewah, membuat industri otomotif dalam negeri dapat meningkatkan kapasitas ekspornya agar bisa mendatangkan devisa bagi negara. [dp/TGH]