Ambisi Mitsubishi Kuasai Pasar MPV di Indonesia

Penjualan Xpander sepanjang kuartal pertama 2019 berkontribusi besar pada penjualan Mitsubishi di Indonesia.

JAKARTA (DP) – Tagline global terbaru Mitsubishi Motors terus dikumandangkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam segala aktivitasnya di Tanah Air. Setelah penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Agustus lalu, dan di GIIAS Makassar, kini giliran GIIAS Surabaya.

‘Drive your Ambition’  – pengganti branding ‘lokal’ Brand New Day – kembali didengungkan pada GIIAS Surabaya 2018, 15 – 23 September, di Grand City Convex, Sabtu (15/9) lalu.

Sasaran tagline ini sudah jelas yaitu strategi baru merek untuk mengeksplorasi ambisi di luar batas dan merefleksikan pola pikir Adventurous dan Progressive, guna menghasilkan desain dan produk yang inspirasional melalui SUV, EV, dan sistem baru.

Tagline teranyar pabrikan mobil Jepang ini sudah diluncurkan sejak ajang Tokyo Motor Show, Oktober 2017 lalu berlangsung. Bahasa komunikasi, lebih tepatnya, bakal terus digelontorkan sebagai bagian dari pemenuhan produk-produk berkualitas Mitsubishi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dua kata kunci yang difokuskan yaitu functional value dan emotional value, yang kelak bakal dijabarkan ke dalam model-model Mitsubishi kedepannya. Mitsubishi pun sudah jelas-jelas menasbihkan bahwa produk-produk anyarnya nanti bakal disusupi SUV value.

Baca juga:  SPK Mitsubishi Xpander Lampaui Pajero Sport

Seperti yang tertera jelas pada small MPV andalannya Xpander, dengan memperkenalkan kembali varian baru berupa Xpander Sport M/T dan GLS A/T, serta pilihan warna baru Deep Bronze Metalic.

“Pada event GIIAS Surabaya ini, kami hadir dengan ambisi dan semangat baru menggunakan tagline global terbaru Mitsubishi Motors “Drive Your Ambition” dengan menghadirkan dua varian terbaru XPANDER serta satu pilihan warna terbaru untuk menawarkan lebih banyak pilihan kepada para pelanggan small MPV,” tegas Imam Choeru Cahya selaku Head of Sales & Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama yudha Sales Indonesia di Surabaya, Sabtu (15/9).

Pilihan warna baru itu, kata Imam untuk melengkapi yang sudah ada sebelumnya, Quartz White Pearl, Diamond Black Mica, Sterling Silver Metallic, Titaniun Grey Metalleic dan Red Metallic.

Ditawarkan dengan harga Rp242,2 juta dan Rp233,8 juta, masing-masing untuk Xpander Sport M/T dan GLS A/T, Imam menjanjikan waktu inden dua sampai tiga bulan saja.

Baca juga:  Kompetisi Adu Jauh dan Teririt Mobil Konsep Digelar di Malaysia

Selama pelaksanaan GIIAS Surabaya, Mitsubishi menargetkan penjualan untuk semua model yang dipamerkan, termasuk Xpander, Pajero Sport, Triton dan model lainnya sekitar 400 unit.

Menjawab pertanyaan wartawan usai pembukaan GIIAS Surabaya, Imam menyebutkan Mitsubishi optimistis bisa menjual 100.000 unit Xpander sampai akhir 2018, sejak pemasaran perdana Agustus 2017 lalu.

Hingga Agustus 2018, total pesanan low multi purpose vehicle ( LMPV) Mitsubishi ini  diklaim sudah mencapai 80.000 unit. “Dari jumlah itu, yang sudah di-delivery mencapai 65.000 unit, jadi masih ada outsanding, sekitar satu sampai dua bulan,” kata Imam.

Sementara kapasitas produksi pabrik Mitsubishi di MMKI, saat ini sudah mencapai 10.000 unit per bulan. Dari jumlah itu, 7.000 unit telah dialokasikan untuk memenuhi pasar domestik dan 3.000 unit lainnya untuk ekspor.

“Kami harus optimistis (bisa 100.000 unit) tercapai di tahun ini. Itu jadi komitmen sekaligus janji kami memenuhi seluruh pesanan konsumen baik di domestik maupun pasar ekspor,” kata Imam.

Baca juga:  Prestasi Mitsubishi Xpander Kian Moncer di Mata Masyarakat

Di sisi lain, pencapaian gemilang penjualan Xpander di Tanah Air, telah berhasil membuat posisi tim MMKSI sebagai barometer bisnis prinsipal Mitsubishi Motors di Jepang.

Seluruh strategi yang menyangkut promosi dan pemasaran Xpander yang dilakukan  selama ini dianggap berhasil dan dibagikan via prinsipal untuk kemudian bisa diadopsi oleh negara lain yang meniagakannya.

“Memang posisi Indonesia beda sekarang ini. Kalau dimintakan pendapat pada satu masalah, pasti Indonesia yang ditanya duluan. Kita ini seperti jadi barometer untuk unit bisnis Mitsubishi di negara lainnya,” ucap Imam.

Terkait strategi pemasaran dan promosi MMKSI akan diadopsi oleh negara lain, Imam mengaku tetap bersikap positif saja. Tapi dirinya yakin jika ada unsur meniru tentu akan berbeda dalam penerapannya.

“Kami sudah sampaikan strategi di Jepang, jadi apakah nantinya akan diadopsi negara lain, ya bisa saja. Tapi, kondisi masing-masing negara kan berbeda, mereka bisa meng-copy atau mengembangkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik pasar masing-masing,” pungkas Imam. [dp/Gtm]