Gelar Juara ETCC 2000 Siap Menanti Aldio Oekon


JAKARTA (DP) – Aldio Oekon mampu mempertahankan singgasananya di puncak podium setelah memenangkan gelaran ETCC 2000 kelas Pro di putaran kelima ISSOM 2018, akhir pekan lalu. Pencapaian ini memang tidak diraih dengan mudah oleh pebalap Alta Racing Pertamax ini.

Persaingan terjadi di atas lintasan antara Dio dengan Gerhard Lukita dari ABM Motorsport sepanjang balapan berlangsung. Meski keduanya berada di kelas berbeda, namun aksi keduanya di atas trek cukup membuat penonton terbawa emosi.

Saat sesi kualifikasi, Dio memang gagal menempati pole position. Posisi tersebut justru diambil alih oleh Gerhard yang mencetak waktu tercepatnya satu menit 47,958 detik.

Namun hasil ini tidak membuat Dio patah arang. Kegagalannya menempati grid terdepan justru membuatnya makin terpacu untuk menggeber tunggangannya, BMW E36, begitu bendera start dikibarkan.

Usai memenangkan laga, Dio mengakui BMW E36 memang dalam kondisi yang sangat prima, sehingga bisa mengamankan podium tertinggi.

Baca juga:  Test Ride Yamaha New R25 Makin Pede Saat Berlari Kencang

“Mobil memang lagi enak banget buat digeber, sama posisi nyetir juga lagi nyaman banget. Tapi bicara fight, itu memang terus-terusan sepanjang balapan, dan Alhamdulillah dari saat start bisa langsung mengambil posisi terdepan,” papar Dio.

Meski yang terlihat hanya pertarungan antara dirinya dengan Gerhard, juga berlangsung persaingan yang ketat dengan sesama pebalap di kelas Pro. Terlebih performa yang ditampilkan oleh pebalap BJB Motorsport, Denny Rommel yang menurut Dio juga sempat menempel dirinya di atas lintasan.

“Memang kemarin itu fight dengan pebalap Master, tapi Rommel juga sampai pertengahan balapan menempel saya terus. Jadi memang saya harus lebih mengatur strategi untuk defence terhadap dua-duanya,” tambahnya.

Dio menuturkan, balapan kemarin memang semuanya tampil menekan dan jadi pertarungan yang bagus dan seru. Strategi bertahan yang diterapkannya sebisa mungkin terus dilakukan agar tidak ‘kecolongan’ oleh pebalap lain.

Baca juga:  Begini Cara Daihatsu Unjuk Kemampuan Teknologi

“Atmosfernya sangat asyik. Balapan kemarin juga butuh konsentrasi, konsistensi dan kesabaran, tekanan ke mental begitu luar biasa,” kata Dio lebih lanjut.

Menanggapi kemenangan yang diraih Dio, sang mentor Andre Dumais mengaku senang melihat anak didiknya berhasil bertahan dari gempuran yang diberikan oleh pebalap lain. Menurutnya, ini sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat jam terbang Dio yang belum seberapa.

“Bukan puas banget, itu juga berarti jam terbang Aldio sudah bertambah. Justru itu yang tadinya menjadi kekhawatiran, kuat apa tidak Dio berada dalam tekanan yang begitu besar, karena tekanan Gerhard enggak ada berhentinya,” lanjut Dumais.

“Dari awal kualifikasi, saya sudah mapping, dan strategi ke Dio adalah di start. Karena Gerhard pole position, dan Dio posisi kedua. Dengan begitu, Dio harus mencuri kesempatan di start, kalau dia tidak ambil di start, maka Dio akan sulit untuk meng-overtake Gerhard,” imbuh Dumais.

Baca juga:  Bridgestone Turanza Menempel di Kaki-kaki All New Camry

Usai kemenangan tersebut, Dio semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen. Setelah meraih podium pertama, ia unggul dari pesaingnya di kelas Pro, terutama Romy Tahrizi dari BJB Pertamax Turbo GRT yang sebelumnya menguasai klasemen tertinggi.

Berkat kemenangan tersebut, semakin memudahkan langkah Aldio Oekon untuk menjadi Juara Nasional ETCC 2000 kelas Pro pada musim tahun ini. [dp/MTH]