Investasi Ditambah, Produksi Xpander Ditingkatkan

Karyawan PT MKSI tengah merakit Mitsubishi Xpander di pabrik.

JAKARTA (DP) – Seiring makin moncernya penjualan dan juga ekspor Mitsubishi Xpander, membuat Mitsubishi melakukan langkah agresif guna menanggulangi prediksi tingginya angka permintaan pasar kedepannya.

Atas dasar inilah, Mitsubishi melalui CEO Mitsubishi Motor Corporation (MMC) bakal menggelontorkan tambahan investasi hingga 4 miliar Yen, atau sekitar Rp 540 miliar dalam rangka meningkatkan produksi Xpander di pabrik Mitsubishi di Bekasi.

Dengan penambahan investasi tersebut, kapasitas maksimum pabrik yang saat ini mencapai 160 ribu unit per tahun ditingkatkan hingga sebanyak 220 ribu unit per tahun pada 2020 mendatang.

“Langkah ini kami lakukan karena banyaknya permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, dengan investasi ini akan menambah penyerapan tenaga kerja bagi 800 orang i pabrik Bekasi untuk melengkapi total karyawan mencapai 4.100 orang,” ujar Osamu, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/10) lalu.

Osamu Masuko saat mengumumkan tambahan investasi.

Sebagai informasi ekspor Xpander telah dimulai sejak April lalu, dengan negara tujuan di kawasan Asia Tenggara dan Bolivia. Filipina menjadi negara pertama yang mendapatkan unit ini, sementara negara lain menyusul.

Baca juga:  Dua Produk Mitsubishi Ini Gegerkan Kota Bandung

Dari langkah penambahan investasi ini, Osamu telah menargetkan lonjakan angka ekspor yang signifikan dari yang semula 30 ribu unit menjadi 50 ribu unit.

Sejak kali pertama dipasarkan pada Agustus 2017, hingga Agustus 2018 lalu jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) Xpander yang sudah tercatat oleh Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia telah mencapai 80.000-an unit.

MMKSI pun memprediksikan sampai akhir tahun ini diyakini bisa menembus angka 100.000 unit. Adapun unit yang sudah dikirim ke tangan konsumen sekitar 65.000 unit.

Angka ekspor bakal ditingkatkan dari 30 ribu unit menjadi 50 ribu unit.

“Dengan mengembangkan bisnis di Indonesia, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi secara berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutup Osamu.

Saat ini, kapasitas produksi di pabrik telah ditingkatkan menjadi 10.000 per bulan, dengan komposisi 7.000 pasar domestik, dan 3.000 diprioritaskan untuk ekspor ke berbagai negara tujuan ekspor. [dp/MTH]