Lampu Sollar Sel SMK Tangerang 'Terangi' Pengungsi Palu | dapurpacu.id

Lampu Sollar Sel SMK Tangerang ‘Terangi’ Pengungsi Palu

Yayasan Wahana Artha menyerahkan donasi melalui dompet peduli Republika sebesar Rp 250 juta.

JAKARTA (DP) – Hasil karya siswa SMK binaan Honda ini kembali ‘berjasa’. Usai membantu penerangan di pengungsian korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu, kini giliran di Sulawesi Tengah.

Adalah Buana Smart Light, lampu solar sell yang merupakan hasil karya SMK Jaya Buana Tangerang, menjadi salah satu dari bentuk bantuan yang diberikan oleh Yayasan Wahana Artha (YWA), untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Total donasi yang disalurkan secara langsung melalui dompet peduli Republika senilai Rp 250 juta. Donasi diserahkan oleh Ketua Umum YWA Ronnal Prawira didampingi Ingrid Firmansyah perwakilan anak usaha Wahana Artha Group, diterima Direktur Utama Republika, Agoosh Yoosran di bilangan Jakarta, Kamis (4/10).

YWA juga memberikan bantuan ka, Yayasan Wahana Artha juga akan berikan donasi dengan nilai yang sama melalui perwakilan Main Dealer Sepeda Motor Honda wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga:  Cukup Bayar Rp75 Ribu, Dapat Servis dan Oli di AHASS Wahana

“Sama seperti bantuan di Lombok lalu, kali ini kami juga akan berikan bantuan lampu darurat sollar sell Buana Smart Light untuk digunakan sebagai penerangan di malam hari dan dapat dimanfaatkan untuk sumber pengisian alat komunikasi handphone,” tambah Ronnal.

Lampu sollar sel Buana Smart Light bakal menerangi rumah pengungsian.

Sebagai informasi, lampu sollar sel ini merupakan hasil dari limbah yang ada di bengkel SMK Jaya Buana dan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di wilayah Jakarta Tangerang.

Hasil karya ini merupakan pemenang dari kompetisi regional yang digelar main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) dan YWA.

“Tidak disangka ide mengolah limbah dengan sentuhan teknologi sollar sel SMK Jaya Buana dapat bermanfaat digunakan untuk masyarakat yang terkena bencana alam di Lombok dan Palu untuk mengatasi masalah pencahayaan di malam hari,” pungkas Ronnal. [dp/MTH]