Apakah Mobil Listrik Bisa Semurah Mobil Biasa?


PARIS (DP) – Soal harga menjadi alasan banyak konsumen yang lebih memilih mobil bermesin konvensional ketimbang mobil listrik. Bahkan seorang eksekutif BMW menyebutkan bahwa tak mungkin mobil listrik bisa semurah mobil konvensional.

Berbicara di sela gelaran Paris Motor Show 2018, anggota dewan direksi BMW yang juga kepala riset dan pengembangan, Klaus Fröhlich, mengatakan biaya produksi, terutama baterai mobil listrik, selalu lebih mahal ketimbang mobil biasa. Kalaupun mobil listrik memiliki harga yang hampir sama dengan mobil konvensional, itu lebih karena mendapat subsidi.

Ditanya apakah soal waktu bagi mobil listrik untuk bisa setara dengan mobil dengan mesin konvensional? Fröhlich menegaskan bahwa hal itu juga tidak akan terjadi. Artinya, di masa mendatang mobil listrik juga belum akan mampu menyamai harga mobil konvensional bila tanpa mendapatkan subsidi.

“Tidak akan, tidak akan. Alasannya sangat sederhana. Jika pada skala penuh, satu kilowatt hour (kWh) kapasitas baterai akan berbiaya antara 100 hingga 150 euro ($150-$240). Itu artinya, jika Anda memiliki mobil listrik dengan kapasitas baterai 90 hingga 100kWh, biaya untuk baterai itu sendiri bisa mencapai 10.000 hingga 15.000 euro ($16.000-$24.000),” ucapnya.

Baca juga:  Auto2000 Gencar 'Kampanyekan' Aplikasi Mobile-nya

Harga jual kendaraan listrik dinilai sebagai salah satu masalah utama utama di negara-negara di mana mobil listrik tidak disubsidi, yaitu harga mobil listrik jauh lebih mahal daripada mobil biasa. Misalnya di Australia, BMW i3 EV dibanderol mulai $70.000. Padahal dengan harga yang sama, konsumen bisa membeli BMW Seri 3 yang berukuran lebih besar, termasuk model 330e hybrid.

Di banyak negara, subsidi pemerintah menjadi cara untuk mengurangi selisih harga antara mobil listrik dengan mobil konvensional. Di China, sebagai contoh, beberapa model mobil listrik layak mendapatkan subsidi dari pemerintah provisnis dan pusat hingga $14.000. Tapi di negara-negara yang tidak menerapkan subsidi untuk mobil listrik, seperti Australia, berharap peningkatan volume produksi sehingga dari segi biaya akan lebih rendah untuk mobil listrik.

Tapi Fröhlich tak setuju dengan anggapan itu. Menurut dia, peningkatan volume produksi kendaraan listrik dengan harapan akan tercipta skala ekonomi, hal itu tidak akan terjadi.

Baca juga:  Lampu LED Autovision Terbaru 'Terangi' IIMS 2018

“Anda tidak akan memiliki skala ekonomi. Ketika semua orang menginginkan untuk menggunakan kobalt (unsur kimia dengan lambang Co), maka harga kobalt tidak akan turun, justru harga akan naik. Adalah mimpi buruk bahwa mobil listrik akan memiliki biaya atau harga yang sama dengan mobil konvensional,” tegasnya. [dp/TGH]