Lagi, Lexus-Toyota Jadi Merek Paling Handal di Consumer Reports


LOS ANGELES (DP) – Dalam survei teranyar tentang kehandalan kendaraan yang digelar Consumer Reports, diwarnai dengan tampilnya merek-merek Jepang di tangga teratas, berbanding terbalik dengan merek-merek Amerika yang rontok di papan bawah. Apa penyebabnya?

Director of Auto Testing di Consumer Reports, Jake Fisher, mencoba menjelaskan fenomena tersebut. Dalam studi terbaru bertajuk Auto Reliability yang memprediksi tingkat kehandalan kendaraan baru, menurut Fisher, pemasangan sistem infotainment baru dan fitur-fitur terkini, banyak yang menjadi pemicu masalah teknis, sehingga mempengaruhi penilaian dalam survei tersebut.

Survei yang masuk dalam laporan tahunan ini dirangkum dari data yang dikumpulkan oleh sekitar 500.000 anggota Consumer Reports yang membeli atau menyewa kendaraan lansiran tahun 2000 hingga 2018, yang mencakup lebih dari 300 model dan merek berbeda.

Fisher mengatakan bahwa banyak pengemudi mobil menyebut semua pabrikan mobil Jepang membangun kendaraan yang tahan banting, tapi sebenarnya bukan itu masalahnya.

“Ada Toyota dan Lexus, kedua nama ini memang dikenal handal dan bandel,” sebut Fisher. Bahkan keduanya memuncaki daftar mobil terhandal.

Fisher membuka rahasia kenapa Toyota dan Lexus selalu jadi langganan meraih predikat mobil paling handal. Menurut dia, Toyota dan grupnya tak terlalu obral dalam mengenalkan teknologi dan fitur anyar, sehingga kendaraan dari pabrikan Negeri Sakura ini tak rawan masalah.

Baca juga:  Kemeriahan Festival Avanza-Veloz Sebangsa di Kota Bumi Sriwijaya

Fisher mencatat bahwa Toyota baru saja menawarkan fitur Apple CarPlay dan itu pun hanya untuk satu model saja. Dari sisi dapur pacu contohnya, Camry masih setia dengan mesin naturally aspirated V6, sedangkan banyak kompetitornya yang beralih ke mesin lebih kecil yang dibekali turbocharger.

Merek Jepang lainnya, Mazda, tampil sangat baik dengan melompat dari posisi kesembilan ke urutan ketiga setelah berhasil mengatasi sejumlah masalah teknis pada fitur yang disematkan pada CX-9 atau CX-3.

Merek Asia lain yang tampil apik adalah Subaru, Kia dan Infiniti. Lucunya, Kia berhasil mengalahkan ‘saudaranya’ sesama merek Korea, yakni Hyundai, yang berada di posisi ke-10.

Dalam kasus Kia, merek yang berada dalam satu grup dengan Hyundai, kerap mendapatkan platform dan teknologi baru setelah disematkan pada Hyundai. Keuntungannya adalah, para insinyur Kia punya waktu lebih banyak untuk mengatasi masalah jika memang ada.

Baca juga:  Toyota Siap Lahirkan All-New Yaris dan Vios

Urutan berikutnya di posisi 10 besar dihuni merek-merek Jerman, yaitu Audi, BMW dan MINI. Mesin kecil turbocharged racikan ketiganya terbukti mumpuni, sehingga membantu performa ketiganya dalam studi terbaru ini.

Yang mengherankan adalah Honda yang merosot enam posisi tahun ini ke urutan ke-15, satu tingkat di atas Volkswagen. Uniknya, dua model Honda bahkan masuk dalam daftar kendaraan dengan tingkat kehandalan terendah dalam studi Consumer Reports. Dua model itu adalah minivan Odyssey dan sedan Clarity.

Tapi masih beruntung karena merek mewah Honda, yakni Acura, naik enam tingkat ke posisi ke-13, setelah beragam masalah pada sistem transmisi dan infotainment berhasil diatasi.

Sedangkan merek Amerika yang paling handal adalah Ford, menghuni posisi ke-18, atau melorot tiga tingkat dari tahun lalu. Untuk Lincoln, tahun ini berada di posisi ke-20.

Sedangkan merek Amerika yang melorot paling tajam tahun ini adalah Buick, yaitu anjlok 11 tingkat ke posisi ke-19.

Juga di bawah payung General Motors,  merek Chevrolet turun lima posisi ke urutan ke-23. Nasib buruk juga dialami Cadillac yang berada di urutan kedua terbawah.

Baca juga:  All New Toyota Corolla Altis Hybrid Meluncur 12/9, Anda Mau Beli?

Beralih ke grup Fiat Chrysler Automobiles, model kendaraan mereka menduduki posisi ketiga dari bawah. Dodge naik tiga posisi ke urutan ke-21. Bahkan Chrysler Pacifica tak lagi direkomendasikan oleh Consumer Reports karena tingkat kehandalannya di bawah rata-rata.

Ada juga yang mengherankan dalam daftar Consumer Reports tahun ini, yaitu keberadaan Volvo di posisi buncit. Padahal merek Swedia ini dikenal dengan tingkat keamanan tertinggi selama ini.

Fisher mengatakan, sebelum Volvo mendapatkan investor baru dari China, mereka hanya mengandalkan model lawas yang tak menarik di pasar. Tapi setelah Geely masuk menjadi investor mayoritas, mereka bakal mampu bersaing lagi.

Kemudian mengenai kemunculan Tesla di posisi ke-27, menurut Fisher, itu lebih karena merek yang dibidani Elin Musk itu rajin melakukan pembaruan fitur dan teknologi yang diinginkan konsumen. Hanya saja teknologi itu pula yang mengikis poin dalam hal kehandalan. Artinya, banyak teknologi dan fitur canggih Tesla yang bermasalah.

Sementara itu, merek-merek seperti Alfa Romeo, Jaguar, Mitsubishi, Fiat dan lainnya tak masuk dalam survei karena model yang tersedia di pasar terlalu sedikit. [dp/TGH]