Mengukur Kenyamanan GSX150 Bandit Saat di Tikungan

Rombongan 'GSX150 Bandit, Touring Teman Satu Tujuan' melewati pesisir pantai Selatan Pulau Jawa.

YOGYAKARTA (DP) – Etape kedua eksplorasi perdana Suzuki GSX150 Bandit menuju Kota Kembang Bandung berlanjut ke Yogyakarta, setelah kemarin pada Senin (22) lalu, telah menuntaskan perjalanan pertamanya menuju Tulungagung.

Dengan jarak tempuh sekitar 240 km lebih, ‘GSX150 Bandit, Touring Teman Satu Tujuan’ kembali diisi 15 rider yang menunggangi berbagai warna yang ditawarkan. Beberapa unit pun juga telah dilengkapi beragam aksesori tambahan khas peturing sejati.

Kembali, seluruh peserta disuguhi pemandangan elok di lintas selatan Pulau Jawa, selepas rombongan mulai meninggalkan persinggahan sementara di Tulungagung, Jawa Timur.

Sebelum rombongan mulai menapaki ruas jalan pesisir pantai, trek kemacetan khas Kota Jakarta langsung menjadi suguhan pertama untuk dilewati rombongan sepanjang hampir 3 kilometer ini.

Beruntung, pengawalan yang diberikan Kepolisian mampu meminimalisir dan membebaskan rombongan dari kepadatan di kota berjuluk Kota Pelajar di pagi hari itu.

Setelah itu, ruas jalan yang sepi dengan kondisi permukaan aspal yang beragam mulai dinikmati peserta kala perjalanan menyusuri pesisir Pantai Pacitan. Tak bisa dipungkiri, Pantai Selatan Jawa Timur sungguh indah.

Baca juga:  Mekanik Andal, Cara Suzuki Tingkatkan Kepuasan Konsumen

Di sini, gugusan pantai indah yang membentang menghadirkan ombak di garis pantai, laut yang biru serta jalan naik turun laksana aspal yang berlapis. Pemandangan ini mempesona siapa pun.

Untuk mencapai posisi ini, rombongan melalui jalur sepi yang memiliki ribuan kelokan dan kontur elevasi. Jalur yang mantap untuk menguji kenyamanan suspensi dan jok yang diunggulkan oleh Suzuki GSX150 Bandit.

Rombongan melewati sekaligus menyambangi indahnya garis pantai seperti pantai Puring, Pantai Tawang dan Pantai Soge, setelah sebelumnya melewati jalur perbukitan nan gersang di musim kemarau.

Patut diakui, jalur ini memberikan sensasi sekaligus menguras konsentrasi para rider karena permukaan lintasan tergolong mulus dan minim kendaraan umum maupun pribadi milik masyarakat setempat.

Sejalan dengan konsep ‘road less travelled’ yang diusung PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi 2W pada turing kali ini, patut kiranya jalur tersebut direkomendasikan sebagai rute touring yang dapat dicoba oleh para pecinta turing sejati.

Baca juga:  Banderol Baru Suzuki New Ertiga Naik Hingga Rp 3,5 juta

Jalanan berkelok-kelok berkombinasi elevasi yang seperti gelombang mulus sangat dinikmati oleh seluruh rider. Sebagai penutup jalur penuh tantangan tersebut, seluruh rider beristirahat santap siang hidangan laut di Pantai Teleng Ria, Pacitan untuk mengisi ulang energi yang cukup banyak terkuras diperjalanan.

“Perjalanan ini salah satunya adalah membuktikan kenyamanan GSX150 Bandit di beragam kondisi, seperti jalur perbukitan dan pantai yang eksotis di Pacitan. Dengan desain jok yang empuk, kami berharap para rider merasa nyaman dan betah dalam perjalanan ini,” ucap Banggas Pardede, 2W Sales & Marketing – Marketing Relation Manager PT SIS.

Senda gurau pun langsung tercipta di sana. Tak ada lagi perbedaan gender meski dua lady biker yang turut serta dalam rombongan menjadi improvisasi PT SIS dalam turing kali ini.

Setelah itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju DIY Yogyakarta melalui jalur Giritontro – Wonosari yang juga tidak kalah menyenangkan pemandangannya.

Baca juga:  Suzuki GSX150 Bandit 'Blusukan' di Pulau Dewata

Perjalanan pun berakhir begitu menginjakkan kaki di kawasan Kraton Yogyakarta. Tepatnya di Bale Raos Kraton, sebuah restoran yang menyajikan menu makanan khas dan menjadi favorit para Sultan DIY Yogyakarta.

Perjalanan sejauh 243 km tersebut dinikmati oleh seluruh rider karena motor yang dipergunakan telah didukung keunggulan pada kenyamanan jok serta racikan kelembutan suspensi yang tepat untuk sebuah sepeda motor sport naked 150cc tersebut.

“Akhirnya para peserta turing dapat menikmati dan mengenal jalur yang jarang dilalui oleh masyarakat sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih aman dan menyenangkan,” tutup Banggas. [dp/MTH]