Kondisi Fisik Drop, Aldio Oekon Tetap Mengisi Podium Kedua

Aldio Oekon mampu mempertahankan posisi pemuncak klasemen hingga seri keenam ETCC 2000 Pro.

JAKARTA (DP) – Putaran keenam Kejurnas European Touring Car Championship (ETCC) 2000 Pro, yang berlangsung akhir pekan lalu (4/11), di Sirkuit Sentul, masih menjadi milik pebalap muda Pertamax Alta Racing, Aldio Oekon.

Meski dibayang-bayangi kondisi fisik yang kurang fit, pria yang akrab disapa Dio ini mampu mempertahankan dan menyelesaikan targetnya untuk menjaga poin klasemen.

Semangat juang Dio untuk tampil all out patut diapresiasi. Beberapa hari sebelum balapan, Aldio Oekon diserang sakit usai melakoni Kejurnas Speed Offroad yang digelar di Serang, Banten.

Usai balapan rupanya kondisi tersebut tak kunjung baik hingga menjelang seri berikutnya ETCC 2000 Pro. Penampilan mumpuni harus dijalani Dio untuk mempertahankan poinnya di klasemen di kelas tersebut.

Disebutkan oleh ayahnya, Donny M Oekon, kondisi Dio memang sedang tidak fit, bahkan ia harus diinfus agar membantu pemulihan kondisinya. Bahkan saat menjalani latihan pun tubuh masih drop. Bahkan Donny menyebutkan suhu tubuhnya sampai 39,4 derajat pada malam sebelum balapan.

“Awalnya lambung, dan ada appendix, tapi tidak terlalu parah. Cuma dia ada sinus, dan ada virus yang masuk. Jadi itu yang bikin panas. Ini lagi pengobatan memang, dan badan fisik tidak kuat, jadi dengan istirahat dan semangatnya Alhamdulillah hasilnya baik,” ujar Donny mengisahkan.

Namun, mengingat perjuangan yang sudah ia tempuh hingga mengamankan puncak klasemen, Dio tetap tidak menyerah. Ia bangkit dan siap menjalani balapan.

“Saya coba meyakinkan diri untuk bisa sehat. Masa perjuangan setahun akan sia-sia dengan sakit seperti ini. Kan jangan sampai seperti itu,” imbuh Dio penuh semangat.

Meskipun dilanda sakit, namun Aldio mampu meraih pole position di kelasnya. Namun sayang, saat balapan berlangsung, posisinya diambil alih oleh Radityo Mahendra dari tim AMB Motorsport.

Menurut penuturannya, kelengahan tersebut dikarenakan adanya ceceran oli di lintasan, sehingga membuatnya harus mengantisipasi agar tidak melintir. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh Radit untuk mengambil kesempatan.

“Itu karena ada oli di lintasan, jadi Radit memang sudah dekat, dan saya cukup kaget. Jadi karena insiden tersebut, dan recover di mobil saya yang cukup lama, sehingga radit sudah berada di belakang saya. Tidak lama dari situ, ada masalah rem di mobil. Jadi rem mobil saya itu seperti narik ke kiri, dan itu kerasa di setiap tikungan,” beber Aldio.

Walaupun di seri keenam ini Aldio gagal mengamankan podium pertama dan hanya finish kedua, namun ia masih bertengger di puncak klasemen sementara ETCC 2000 Pro dengan pautan 10 poin dari Radit yang berada di bawahnya. [dp/MTH]