Ekonomi China ‘Ngos-ngosan’, Impor Mobil Bakal Anjlok


BEIJING (DP) – Sebagai perekonomian terbesar dunia, China dalam beberapa tahun terakhir menjadi magnet bagi sejumlah pabrikan mobil global untuk ikut mencicipi lezatnya ‘kue’ pasar otomotif di sana.

Tapi cerita manis itu belakangan mulai terasa hambar karena Negeri Panda itu mulai mulai ‘ngos-ngosan’ ekonominya akibat berbagai masalah yang dihadapi, terutama akibat sengitnya perang dagang dengan Amerika Serikat. Bahkan untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun China mengalami defisit neraca perdagangan.

Dengan loyonya Negeri Panda, maka lesu pula pasar otomotifnya, yang notabene merupakan pasar otomotif terbesar sejagat. Imbasnya, impor kendaraan ringan China diprediksi anjlok lebih dari 5 persen pada 2019 jika perekonomian negeri itu masih melempem dan pertarungan dagang dengan AS masih berkecamuk, demikian prediksi dealer terbesar di China, Sinomach Automobile Co., di Beijing akhir pekan lalu.

Selama periode sembilan bulan pertama 2018, sekitar 847.000 kendaraan diimpor oleh China, atau turun 4,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, menurut Sinomach.

Sekitar 622.000 mobil impor telah dikirimkan ke konsumen selama periode itu, sedangkan sisanya masih terparkir di gudang milik sejumlah dealer.

Pada 1 Juli 2018, pemerintah China memangkas tarif impor untuk jenis kendaraan penumpang menjadi 15 persen dari sebelumnya 25 persen.

Tapi pada 6 Juli, Beijing menaikkan tarif untuk kendaraan yang diimpor dari AS menjadi 40 persen sebagai aksi balasan terhadap kebijakan Donald Trump yang menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk asal China.

Pada 2017, impor kendaraan China melonjak 17 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,2 juta unit. [dp/TGH]