Ini Bukti Komitmen Michelin Hasilkan Ban Ramah Lingkungan di Indonesia


CILEGON (DP) – Produsen ban asal Prancis, Michelin, terus menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan produk ban yang ramah lingkungan dan memajukan industri manufaktur pendukung industri otomotif nasional.

Hal itu ditunjukkan Michelin dengan membuat perusahaan patungan bernama PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI). Perusahaan yang dibangun bersama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ini diharapkan dapat memperkuat sektor manufaktur dengan mengubah bahan mentah menjadi produk setengah jadi yang digunakan sebagai komponen utama dalam menghasilkan ban ramah lingkungan.

“Sebagai salah satu pionir di industri karet sintetis, kami menggunakan teknologi baru untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah melalui kolaborasi dengan produsen ban inovatif dunia, Michelin dan perusahaan petrokimia terdepan di Indonesia,” kata Presiden Direktur Synthetic Rubber Indonesia (SRI), Brad Karas, pada acara peresmian pabrik SRI di Cilegon, Kamis (29/11).

SRI merupakan perusahaan gabungan (joint venture) hasil kerja sama Michelin dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang didirikan pada 17 Juni 2013 lalu, dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 55% dan 45%. Nilai investasi dari hasil kerja sama tersebut mencapai US$435 juta dan menerima insentif tax holiday dari pemerintah Indonesia.

Baca juga:  Mengenal Ban 'Ajaib' Selfseal dari Michelin

Pabrik ini mulai berproduksi pada Agustus, sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara melalui penguatan sektor manufaktur dalam negeri dan ekspor nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, ekspor industri manufaktur Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada kuartal ketiga 2018, ekspor mencapai US$97,52 miliar, meningkat 5,71% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$92,25 miliar. Dalam kurun waktu tersebut, ekspor produk industri memberikan kontribusi sebesar 72,24% dari total ekspor nasional yang mencapai US$134,99 miliar. [dp/TGH]