Dilema Tim Red Bull, Cabut dari F1 atau Bertahan!


LONDON (DP) – Red Bull Racing menjadi salah satu tim balap yang disegani, terutama di kancah Formula 1, karena performa mereka mampu menjadi rival berat bagi tim Mercedes dan Ferrari.

Tapi tim yang bermarkas di Inggris ini tengah menghadapi dilema terkait keterlibatan mereka di ajang balap papan atas dunia, yakni tetap berkiprah di Formula 1 atau beralih ke balap ketahanan.

“Mundur (dari F1) adalah pilihan. Atau berkiprah di ajang lain,” kata punggawa motorsport Red Bull, Dr Helmut Marko, kepada Autosport terkait dengan masa depan tim tersebut di Formula Satu.

“Dengan Aston Martin Valkyrie, Le Mans dapat menjadi opsi dengan mengikuti regulasi hypercar. Kami telah berkiprah dengan mobil ini dan meraih sukses sensasional. Mobil ini juga laku keras. Ini menjadi pilar kuat bagi Red Bull Technologies.”

Red Bull bermitra dengan Aston Martin (yang juga sponsor tim F1) untuk mengembangkan Valkyrie, hypercar bermesin 12 silinder yang akan segera masuk lini produksi. Baik Valkyrie atau model lain yang diposisikan di bawahnya untuk menyambut kiprah pabrikan mobil Inggris ini di ajang balap papan atas, tengah dikembangkan untuk berlaga di Le Mans dan balap ketahanan lain di bawah FIA World Endurance Championship. Model ini berbasiskan pada mobil yang lebih mendekati model hypercar jalan raya ketimbang regulasi LMP1 lama.

Baca juga:  Wow! Gadis 18 Tahun Cetak Rekor Kecepatan dengan Royal Enfield Continental 650

Dengan keterlibatan Red Bull dalam program pengembangan Valkyrie dan rekam jejaknya yang apik di dunia balap, maka memperpanjang kemitraan mereka di ajang balap ketahanan menjadi semacam ‘kebugaran alami’.

Pertanyaannya adalah, apakah Red Bull akan meninggalkan F1 untuk beralih ke Le Mans, atau justru berlaga di kedua ajang balap tersebut? Jawabannya tergantung pada hasil negosiasi dengan Liberty Media (pemegang hak komersial F1) terkait aspek finansial dari seri balapan dan tim yang berlaga.

Jika masalah biaya keterlibatan di Formula Satu tinggi, maka tim ini harus mengurangi pegawai. Tapi sepertinya terlibat di WEC lebih rasional dengan menggunakan Valkyrie. Kita tunggu saja apakah Red Bull hanya akan menyisakan persaingan antara Mercedes dan Ferrari di ajang balap jet darat jika tim yang disponsori minuman energi itu cabut dari ajang balap di kasta tertinggi itu. [dp/TGH]