Kelak, Tak Ada yang Bisa ‘Sembunyi’ dari Mobil Nissan


LOS ANGELES (DP) – Pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019, Nissan akan memperkenalkan sebuah teknologi anyar bernama Invisible-to-Visible. Kehebatannya, teknologi ini bisa ‘mengendus’ keberadaan objek di sekeliling kendaraan, bahkan yang berada di balik gedung sekalipun.

Dijuluki I2V, teknologi ini memadukan beragam informasi yang diambil dari sejumlah sensor yang ditanamkan di dalam kabin dan eksterior kendaraan dengan data yang tersimpan di awan (cloud).

Dengan begitu, sistem tak hanya mampu melacak situasi di sekitar kendaraan secara instan, tapi juga dapat mengantisipasi apa yang berada jauh di depan kendaraan, termasuk menampilkan objek yang berada di balik gedung atau di sekitar tikungan.

Dengan mampu melihat objek yang tak terlihat, jelas memudahkan dalam hal navigasi kendaraan. menurut Nissan dalam keterangan tertulisnya medio pekan ini, teknologi baru itu juga dapat menampilkan informasi seputar kemacetan dan estimasi waktu tempuh. Teknologi tersebut juga dapat memberikan saran yang lebih detail, seperti lajur mana yang tercepat untuk sampai ke tempat tujuan saat terjebak di kemacetan.

Baca juga:  Jelang GIIAS 2019, Triumph Indonesia Rilis Dua Model Terbatas

Meski sulit untuk menjelaskan teknologi anyar ini, Nissan mengatakan sensor menciptakan peta 360° yang menggambarkan situasi di sekeliling kendaraan. Sensor ini memberikan informasi kepada sistem mengenai berbagai hal, seperti pejalan kaki, rambu lalu lintas dan persimpangan yang akan dilalui.

Teknologi juga dapat memonitor orang-orang yang berada di dalam kendaraan dan ini akan memberi kesempatan kepada kendaraan untuk mengantisipasi apa yang diperlukan pengemudi. Contohnya, mobil dapat menentukan kapan pengemudi butuh bantuan atau kapan pengemudi mulai lelah dan mungkin membutuhkan istirahat untuk sekadar menyeruput kopi hangat.

Tak cuma itu, teknologi ini juga dapat menyajikan informasi lain yang diproyeksikan ke layar di dalam kabin kendaraan, seperti informasi panduan perjalanan mengenai keberadaan hot spot. Informasi itu tertayang dalam format tiga dimensi dan augmented-reality avatar untuk memberikan panduan selama perjalanan.

Menurut Nissan, teknologi canggih ini dirancang untuk dapat diterapkan pada kendaraan otonom atau kendaraan konvensional. Kita tunggu kapan Nissan mulai mencangkokkan teknologi ini pada kendaraan lansirannya. [dp/TGH]