Di Malaysia, Daihatsu Sirion Jadi Mobil Terlaris dan Populer


KUALA LUMPUR (DP) – Beda Malaysia beda juga dengan Indonesia soal selera konsumen terhadap mobil pilihan mereka. Jika di Tanah Air, Daihatsu Sirion seolah hanya sebagai ‘bumbu’ dalam penjualan Astra Daihatsu Motor, di negeri jiran, model yang bernama Perodua Myvi ini sangat  populer.

Perodua, sebagai salah satu pabrikan mobil terbesar di Malaysia, menargetkan penjualan sebesar 231.000 unit pada 2019, atau naik 4% dari catatan penjualan tahun lalu yang sebanyak 227.243 unit.

Presiden dan CEO Perodua, Datuk Zainal Abidin Ahmad, target tersebut dicanangkan meski Malaysian Automotive Association (MAA) memproyeksikan pertumbuhan tipis penjualan mobil tahun ini, yakni sebesar 0,21% dari total penjualan menjadi 600.000 unit tahun ini, dibandingkan dengan 598.714 unit pada tahun lalu.

MAA menjelaskan pertumbuhan penjualan pada 2018 dipengaruhi oleh tax holiday pada Juni-Agustus, dan kecuali ada insenstif baru, kemungkinan pasar akan tak jauh beda pada 2019.

Baca juga:  Menangi Duel Vs Rossi, Dovizioso Raih Pole Position di Brno

“Untuk Perodua, Myvi diharapkan tetap menjadi model populer tahun ini, dan setelah pemesanan untuk model Aruz (Terios) dibuka pada 3 Januari, kami sudah mengumpulkan pemesanan hampir 5.700 unit hingga saat ini,” tutur Zainal.

Dengan target penjualan sebanyak 2.500 unit per bulan, angka ini sepertinya dapat terpenuhi, kata Zainal yakin.

Pada 2018, MyVi tampil sebagai model terlaris Perodua, dengan mengemas 82.122 penjualan dari 117.844 unit yang dipesan tahun lalu.

Sementara itu, Axia, Bezza dan Alza tetap menjadi model terlaris di kelasnya dengan masing-masing mencatat penjualan sebanyak 70.821, 49.911 dan 24.389 unit selama 2018.

Perodua juga berharap pembelian komponen tahun ini meningkat 20% menjadi RM6 miliar.

Tak hanya itu, Perodua memperkirakan produksi kendaraan akan naik 10,5% menjadi 242.000 unit pada 2019, dibandingkan dengan 219.000 unit yang diproduksi di Perodua Manufacturing Sdn Bhd dan Perodua Global Manufacturing Sdn Bhd pada 2018. [dp/TGH]