Ini Alasan Fuso Fighter Yakin Moncer di Sumatera


MEDAN (DP) – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) masih terus mengandalkan area Sumatera sebagai lumbung penjualan seluruh lini kendaraan niaga yang ditawarkan. Itulah mengapa Mitsubishi Fuso Fighter diperkenalkan terlebih dulu di wilayah tersebut.

Direktur Sales dan Marketing KTB, Duljatmono, mengatakan bahwa misi utama produk terbarunya yang mengisi segmen medium duty truck (MDT) ini untuk mendongkrak penjualan di kelas yang diakuinya masih menyumbangkan sedikit pundi-pundi penjualan.

“Fighter memang jadi salah satu pendorong kami untuk meningkatkan pangsa pasar di kelas MDT. Medio September lalu telah kita luncurkan khusus untuk wilayah Sumatera, dan secara nasional telah rilis Januari lalu,” ujar Duljatmono di Medan, Kamis (7/2).

Saat diluncurkan di wilayah Sumatera, lanjut Duljatmono, baru lima varian yang diperkenalkan. Kini telah menjadi sembilan tipe dan bisa dipilih para pengusaha untuk disesuaikan dengan kebutuhannya.

Baca juga:  Hasil Studi: Bersepeda Motor Ternyata Bisa Kurangi Stres Lho!

“Terdiri dari konfigurasi 4X2, 6X2, dan 6X4. Varian-varian itu sudah disesuaikan beragam tipe karoseri untuk memenuhi berbagai bisnis konsumenseperti kargo, logistik, perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur,” tambahnya.

Dirinya mengaku sejak diperkenalkan di area Sumatera, respon positif langsung dilayangkan pelaku bisnis. Duljatmono mengklaim hingga akhir tahun lalu, pihaknya telah mengantongi 100 lebih pemesanan Fighter.

Bicara kontribusi, Sumatera memang telah didaulat sebagai pendulang penjualan terbesar penjualan kendaraan niaga Mitsubishi Fuso secara nasional. Perolehan pangsa pasar Fuso mampu mencapai 45%.

“Hasil ini menjadi indikator kenapa untuk peluncuran perdana Fighter kami fokuskan di wilayah ini. Pencapaian kita sampai dengan tahun lalu di Sumatera kira-kira separuh dari penjualan nasional,” jelasnya.

Yang pasti, tambah Duljatmono, hadirnya Fighter menjadikan tingkat ‘kepedean’ KTB semakin tinggi untuk menggapai market share setinggi-tinggnya di kelas MDT,” pungkasnya. [dp/MTH]