Adira Ingin ‘Ngebut’ Tahun Ini, Kredit Mobil dan Motor Saling Kejar


JAKARTA (DP) – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) tahun ini akan mengejar pertumbuhan di semua portofolio kredit kendaraan bermotor dan elektronik.

“Kami tidak sedang dalam posisi terbatas sehingga harus menentukan fokus. Kalau Adira ingin semua disuruh lari sehingga tidak perlu tentukan fokusnya,” kata Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli, di Jakarta, Jumat (7/2).

Pada tahun lalu, Adira Finance membukukan pembiayaan Rp38,2 triliun, naik 17 persen dari 2017. Proporsi pembiayaan yakni 98% untuk otomotif dan 2% perangkat elektronik dengan rincian, sebanyak 54% pada kendaraan roda dua, 44% kendaraan roda empat, dan sisanya perangkat elektronik.

“Tahun ini kita mungkin tidak beda jauh, portofolionya paling beda 1% hingga 2%,” papar Hafid.

Hafid menilai, penopang pertumbuhan kredit terbesar yakni dari kredit mobil baru sebesar 26% atau motor baru sebanyak 20%. Pertumbuhan juga dibarengi dengan kualitas kredit yang disebutnya cukup baik.

Baca juga:  Auto2000 Janjikan Program Penjualan 'Asyik' Untuk New Calya

“Rasio kredit macet gross per Desember 2018 tercatat 1,7% dan nett di bawah 1%. Per Desember 2018, total nasabah Adira sebanyak 2,9 juta nasabah aktif,” ujarnya.

Tahun ini, lanjut Hafid, pihaknya menargetkan pertumbuhan nasabah dan kredit 5% hingga 10%. Nilai tersebut masih cukup konservatif meski lebih kecil dibandingkan 2018.

“Diprediksi pertumbuhan kredit kendaraan bermotor akan tetap meningkat pada 2019. Ini karena pertumbuhan ekonomi juga diproyeksikan tetap di atas 5%, sehingga Adira akan meningkatkan dari segi proses pemerolehan kredit agar dapat lebih banyak konsumen,” ujarnya.

Adira menguasai pangsa pasar 11,9% untuk sepeda motor baru, dan 4,9% untuk mobil baru.

Hafid menambahkan, target pertumbuhan lebih kecil dari 2018 karena ada tantangan suku bunga yang cukup tinggi pada tahun ini. Bank Indonesia telah meningkatkan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 6,00%.

Baca juga:  'Jangan Paksa' Sigra Lawas Mirip New Daihatsu Sigra

“Adira tidak menerapkan kenaikan lebih dari suku bunga BI yakni 1,5%,” tutur Hafid. [dp/PNB]