Aliansi Renault Nissan Mitsubishi Kian Kokoh Pasca Hengkang Ghosn


YOKOHAMA (DP) – Setelah diterpa skandal penyalahgunaan anggaran oleh mantan chairman dan CEO Renault Nissan Carlos Ghosn, aliansi yang kini memayungi tiga pabrikan mobil setelah masuknya Mitsubishi ini berkomitmen untuk semakin memperkuat jalinan kerjasama.

Komitmen itu diwujudkan melalui pembentukan dewan direksi baru yang membidangi operasional, yang melibatkan tiga pemangku kepentingan besar dalam pembuatan keputusan, sekaligus mengakhiri gaya ‘one-man rule’ ketika masih dipimpin Ghosn.

Pengumuman tentang penguatan aliansi tersebut dilakukan di Nissan Global Headquarters di Yokohama, Jepang, medio pekan ini.

Jean-Dominique Senard akan bertindak sebagai ketua dari dewan direksi operasional Aliansi Renault Nissan Mitsubishi, yang dibantu oleh CEO dari Nissan, Renault, dan Mitsubishi Motors dalam dewan tersebut.

“Kami telah sepakat untuk bersama-sama memperkuat aliansi menghadapi persaingan ke depan,” kata Jean-Dominique Senard, yang juga Chairman Aliansi Renault Nissan Mitsubishi.

Adapun ketiga CEO dari aliansi tersebut adalah CEO Nissan Hiroto Saikawa, CEO Renault Thierry Bollore dan CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko.

Baca juga:  Nissan Siap 'Setrum' Indonesia dengan Leaf Tahun Depan

“Kami ingin membangun kembali semangat aliansi ini ketika pertama kali dibentuk. Aliansi ini beroperasi berdasarkan pada keseimbangan total dan proses pembuatan keputusan yang cepat dengan tetap menghormati kultur masing-masing perusahaan dan brand,” imbuh Senard.

Komitmen untuk saling menghormati dan menghargai sesama anggota aliansi ini akan menjadi dasar bagi pembentukan struktur dewan direksi operasional. Dewan direksi baru dalam aliansi ini akan membuat keputusan berdasarkan konsensus bersama dan akan diketuai oleh Chairman dan dibantu oleh CEO dari tiga pemangku kepentingan. Nissan, Renault, dan Mitsubishi Motors berharap ini akan menjadi pendekatan baru yang saling menguntungkan.

Ketiga pabrikan mobil itu menandatangani nota kesepahaman untuk melanjutkan aliansi dan akan meneken perjanjian definitif pada 27 Maret mendatang bertepatan dengan hari jadi ke-20 Aliansi Renault Nissan.

Pada 2018, Aliansi tersebut memimpin penjualan di pasar global dengan raihan sebanyak 10,76 juta unit kendaraan. [dp/TGH]