Kelak Mobil Listrik Wajib ‘Berisik’ Agar Ramah Tuna Netra


BRUSSELS (DP) – Mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional yang menggunakan mesin internal combustion, karena mobil tanpa emisi ini tidak mengeluarkan suara mesin layaknya mesin peminum BBM.

Bagi orang berpenglihatan normal, keberadaan mobil listrik tentu bisa dengan mudah terdeteksi, tapi tak begitu dengan kaum tuna netra. Mobil listrik yang tak bersuara sulit diketahui keberadaannya bagi mereka yang menderita masalah penglihatan, sehingga cukup berbahaya bagi mereka, khususnya ketika akan menyeberang.

Sadar mobil listrik dan hybrid dapat menimbulkan masalah bagi pejalan kaki tuna netra, Uni Eropa tengah menyusun regulasi yang mewajibkan mobil listrik dilengkapi dengan acoustic vehicle alert system, yaitu sistem yang dapat memberikan peringatan kepada pejalan kaki tentang keberadaan mobil tanpa deru mesin ini.

UE, demi mendukung kaum tuna netra, telah menyiapkan regulasi untuk memastikan semua mobil listrik dan hybrid model terbaru yang diluncurkan setelah 1 Juli memiliki acoustic vehicle alert system, atau AVAS, yang diaktifkan pada kecepatan hingga 20 km/jam.

Baca juga:  Daihatsu Terios Versi Malaysia Lebih Canggih dari Model Lokal

Per 1 Juli 2021, seluruh mobil listrik dan hybrid yang ada sekarang harus diperbarui sistemnya yang lebih ramah tuna netra. Pada kecepatan melebihi 20 km/jam, suara ban dan angin harus cukup untuk memberikan peringatan kepada pejalan kaki ketika kendaraan tersebut mendekat.

UE berencana mengkaji kembali regulasi tentang tingkat kebisingan kendaraan pada 2021 untuk mengetahui efektivitas aturan itu.

Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration telah mewajibkan regulasi mengenai suara dari kendaraan seperti di Eropa, yang akan berlaku pada 2020. [dp/TGH]