Toyota Avanza Masih Pilihan Utama Konsumen di Jatim

Toyota New Avanza dan New Veloz tetap menjadi pilihan konsumen di Jawa Timur.

MALANG (DP) – Kehadiran Mitsubishi Xpander memang cukup menggoyahkan performa penjualan lini produk Toyota andalannya Avanza dan Veloz. Bagaimana tidak, segmen low MPV yang diisi Avanza cukup moncer dan menjadi pendulang penjualan terbesar Toyota sejauh ini.

‘Gangguan’ penjualan tersebut ternyata terjadi oleh Auto2000 di area Jawa Timur. Bahkan di 2018 lalu, penjualan Avanza sempat merosot hingga sekitar 12%.

Beruntung kondisi itu tidak bertahan lama, terutama sejak PT Toyota Astra Motor melakukan penyegaran pada MPV sejuta umat tersebut pada Januari lalu. Hal ini diakui oleh Kepala Cabang Auto2000 HR Muhammad, Hasan.

Menurutnya, sejak Avanza dan Veloz mengalami penyegaran, kondisi di atas berangsur-angsur pulih bahkan tumbuh, baik Avanza maupun Veloz kembali ke posisi semula sebagai pemimpin pasar low MPV di wilayah Jawa Timur.

“Dibandingkan 2017, pasarnya tumbuh, tapi secara produk Avanza turun karena sebagian diambil Xpander. Saat ini, Avanza-Veloz balik jadi market leader dengan penguasaan pasar 37%, setelah itu Xpander di urutan kedua sekitar 20%,” kata Hasan, disela kegiatan Auto2000 Jawa Timur Region Exploration, Rabu (20/3).

Baca juga:  Auto2000 Janjikan Program Penjualan 'Asyik' Untuk New Calya

Dirinya mengklaim sejak Avanza-Veloz hadir dengan tampilan terbaru, hingga Februari lalu telah terkumpul surat pemesanan sebanyak 1.300 unit. Meski begitu, Hasan mengakui distribusi unit yang terkirim jauh dari yang diharapkan.

“Untuk di area Jawa Timur, pasokan dari TAM masih minim sekitar 600-700 unit. Calon konsumen pun harus bersabar untuk menunggu unitnya sekitar 1-1,5 bulan. Tapi saya yakin kondisi ini akan normal, mengingat unitnya masih baru,” tambahnya.

Adapun komposisinya, lanjut Hasan, Avanza bermesin 1.300 cc masih menjadi yang tertinggi dibandingkan Veloz. Ia mengatakanbahwa faktor harga dan segmentasi menjadi pertimbangan utama dari konsumen untuk memilih model itu.

“Komposisinya adalah kalau total 70% itu Avanza dan 30% Veloz, tapi kalau diantara Veloz sendiri 70% Veloz 1.5L, dan 30% Veloz 1.3L. Kenapa, karena konsumen akan merasa tanggung kalau sudah memilih Veloz tapi mesinya tetap 1.3L, jadi langsung larinya ke 1.5L,” tandasnya. [dp/MTH]