Toyota C-HR Hybrid Dorong Pertumbuhan Pasar Kendaraan Elektrik


JAKARTA (DP) – PT Toyota-Astra Motor (TAM) akhirnya merilis ‘partner’ C-HR Hybrid bermesin ramah lingkungan, guna melengkapi model konvensional yang telah meluncur terlebih dahulu. Hadir hanya dalam satu varian, dua warna baru pun ditawarkan.

“Kehadiran varian SUV Toyota C-HR ini berdampak positif terhadap pengembangan pasar dan industri kendaraan listrik di sektor otomotif nasional seperti yang dijadwalkan pemerintah,” kata President Director TAM, Yoshihiro Nakata.

Toyota C-HR Hybrid menjadi produk bermesin ramah lingkungan berikutnya yang dirilis oleh pabrikan asal Jepang tersebut ke Tanah Air, setelah sebelumnya telah dimunculkan Prius Hybrid, All New Camry Hybrid dan Alphard Hybrid.

Sejatinya, unit ini telah dipertontonkan pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 sebagai model eksibisi. Decak kagum pun digulirkan melirik desain sekaligus teknologi yang diusung sport utility vehicle berbasis crossover ini.

Yoshihiro menuturkan bahwa riset dan pengembangan mobil listrik khususnya untuk teknologi hybrid sudah mereka mulai sejak 1990-an. Penelitian makin agresif setelah mereka mengumumkan Toyota Global Environmental Challenge 2050 pada 2015.

Baca juga:  Pesta Pecinta Custom Motor Suryanation Motorland Kembali Dihelat

“Sejak itu kami melanjutkan upaya pengembangan teknologi elektrifikasi kendaraan seperti hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV/mobil listrik murni), Fuel Cell Vehicle (FCV),” tambahnya.

C-HR Hybrid diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi untuk mendukung kebijakan pemerintah mengembangkan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia melalui program low carbon emission vehicle (LCEV).

Di Indonesia, C-HR Hybrid mengusung mesin seri 2ZR-FXE berkapasitas 1,8 liter yang dikombinasikan dengan Hybrid Synergy Drive dan dikawinkan dengan transmisi otomatik 7-percepatan.

Di atas kertas, motor listrik-nya mampu memproduksi tenaga 36 hp, sementara tenaga dari mesin hingga 98 hp. Secara power, tenaganya memang lebih kecil dibandingkan Toyota C-HR versi mesin 2ZR-FBE yang menawarkan 139 hp.

Meski begitu, tingkat keiritannya diklaim lebih irit 62% dibandingkan versi konvensional dengan emisi 60% lebih rendah. Bahkan dalam pengetesan internal tercapai konsumsi bahan bakar 24 km/liter (kombinasi), sedangkan versi standar hanya 14 km/liter.

Baca juga:  Tampilan Toyota HiLux AT35 Bikin Mata tak Mau Berpaling

Adapun warna baru yang tersedia yaitu Radiant Green, dengan harga Rp523 juta on-the-road Jakarta untuk tipe Single Tone, sedangkan tipe Dual Tone berbanderol Rp1,5 juta lebih mahal. [dp/MTH]