All New Carry Ditargetkan Tambah ‘Kuota’ Negara Tujuan Ekspor

All New Carry ditargetkan mampu menembus 100 negara tujuan ekspor.

JAKARTA (DP) – Langkah cepat langsung digulirkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk menyegarakan mengirim pikap andalannya, All New Carry, ke sejumlah negara tujuan ekspor di dunia. Sebanyak 100 negara dijadwalkan bakal dibidik oleh Suzuki.

Seperti diketahui, All New Carry telah mendebut dunianya di ajang Telkomsel IIMS 2019. Penampilannya yang benar-benar baru memang diperuntukkan untuk memenuhi pasar dalam negeri dan juga pasar ekspor.

Managing Officer Global Automotive Marketing Suzuki Motor Corporation, Shuji Oishi, menjelaskan bahwa seperti Carry sebelumnya, generasi terbaru pikap ini juga akan di ekspor ke beberapa negara tujuan baru.

“Ditargetkan 100 negara, namun waktunya belum dapat dipastikan. Sebelumnya ekspor Carry sudah menembus ke 59 negara, jadi dengan penambahan negara tujuan ekspor itu untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga ringan di sana,” kata Oishi.

Meski begitu Oishi enggan untuk menyebutkan negara mana saja yang menjadi tujuan baru ekspor All New Carry Pick Up ini. Karena menurutnya perihal ekspor Carry terbaru ini masih dalam tahap persiapan oleh Suzuki.

Baca juga:  Suzuki Tambahkan Varian 'Garuk Tanah' Buat NEX II

“Sejatinya, generasi terbaru Carry Pick Up ini sendiri belum diluncurkan di negara tujuan ekspor tersebut,” tambahnya.

Di sisi lain, Deputy Managing Director 4W PT SIS, Setiawan Surya, menuturkan kehadiran All New Carry diharapkan bisa meningkatkan penjualan pikap. Mereka mencoba meningkatkan penjualan carry pikap menjadi 5.000 unit per bulan.

“Performa ekspor Carry pada 2018 mencapai 4.056 unit per tahun dalam bentuk terurai (Completely Knock Down/CKD), dan untuk Carry terbaru ini kami targetkan bisa menggapai angka 7.500 unit,” pungkas Surya.

Generasi terbaru Carry Pick Up kini sudah mendapatkan penampilan yang baru, sasis yang lebih panjang, dan mesin baru dengan blok yang sama dengan Ertiga dan Jimny.

Ubahan ini juga turut berpengaruh terhadap harga dengan kenaikan tipis mulai dari Rp135.600.000 untuk tipe FD, Rp144.100.000 untuk tipe FD AC/PS, Rp136.600.000 untuk tipe WD, dan Rp145.100.000 untuk tipe WD AC/PS. [dp/MTH]