GIIAS Dongkrak Penjualan Toyota Bulan Juli, Avanza Terbanyak | dapurpacu.id

GIIAS Dongkrak Penjualan Toyota Bulan Juli, Avanza Terbanyak


DAPURPACU – Sepanjang Juli lalu, penjualan lini produk Toyota Astra Motor (TAM) secara wholesales (WS) meraih angka 29.300 unit, sementara untuk untuk retail sales (RS) tercatat mencapai 28.200 unit. Demikian data penjualan yang diterima Dapurpacu.id, Jumat (2/8).

Jumlah ini terbilang mengalami kenaikan 58,3% untuk wholesales dan 27,6% pada retail sales bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 18.500 unit dan 22.100 unit.

Kenaikan tersebut disinyalir terdongkrak berkat perhelatan GIIAS yang baru berlangsung, di mana selama 11 hari pameran, Toyota mampu merengkuh lembar pemesanan (SPK) sebanyak 6.128 unit.

Dari jumlah tersebut, Avanza kembali berkontribusi besar dengan pencapaian 1.310 unit, disusul oleh Innova 1.091 unit, Rush sebanyak 1.046 unit, Calya 1.022 unit dan Fortuner yang mampu mengumpulkan 618 lembar SPK.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat atas produk Toyota, terutama setelah diperkenalkan New Avanza dan model-model baru lainnya,” ujar Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

Sedangkan rekapitulasi sepanjang tahun ini (Januari-Juli 2019), wholesales tergapai 183.600 unit dan 184.800 unit untuk retail sales. Pencapaian ini mengalami penurunan sebesar 6,9% dibanding periode yang sama tahun 2018 (WS: 197.272 unit), berdasarkan data yang dirilis Astra International.

Selama Juli lalu, Toyota Avanza masih menjadi penyumbang terbesar penjualan baik wholesales maupun retail sales, yakni 7.800 unit dan 6.700 unit. Disusul Calya dengan angka 5.100 unit (wholesales) dan 5.000 unit (retailsales).

Kemudian Toyota Rush yang berkontribusi sebesar 4.800 unit (wholesales) dan 4.900 unit (retailsales). Lalu ada Innova yang menyumbangkan penjualan hingga 3.400 unit (wholesales) dan 4.400 unit (retailsales).

“Dengan hasil tersebut akan memacu kami untuk terus giat memperkenalkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” pungkas Soerjo. [dp/MTH]