Mobil Listrik Bisa Picu Pemadaman Listrik, Benarkah?

Pembuatan kendaraan listrik berdampak pada cadangan mineral berkurang, khususnya untuk pembuatan baterainya.

DAPURPACU – Listrik padam massal yang terjadi pada 4 Agustus lalu bisa saja terjadi lagi ketika mobil listrik sudah banyak dipakai di Indonesia. Kenapa itu bisa terjadi?

Memang bisa terjadi blackout jika pasokan listrik terbatas, sedangkan jumlah mobil listrik terus bertambah. Kondisi itulah yang diprediksi oleh para ahli energi.

Menurut para ahli, listrik padam akibat daya listrik habis diserap mobil listrik akan dialami oleh negara yang belum siap untuk menyambut kehadiran mobil listrik.

Di sisi lain, SaveMoneyCutCarbon memperingatkan bahwa meningkatnya permintaan listrik dapat menyebabkan pemadaman listrik massal alias blackout dan kekurangan pasokan listrik pada 2040. Dan pemicu utama dari blackout tersebut adalah kehadiran mobil listrik.

Untuk saat ini, negara-negara Barat, khususnya Eropa dan Amerika Serikat, adalah kawasan dengan populasi mobil listrik terbesar. Untuk kawasan Asia, China adalah juara dalam hal kesiapan mendukung mobil listrik.

Baca juga:  Mitsubishi Motors Tampilkan SUV Listrik di Tokyo Motor Show 2019

Menguatnya dukungan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik dan semakin rendahnya biaya pengembangan mobil ramah lingkungan ini, berperan besar dalam cepatnya pertumbuhan mobil listrik.

“Nah, tingginya permintaan akan mobil listrik bisa saja memicu pemadaman listrik di area-area tertentu di Inggris, terutama wilayah yang ketersediaan pasokan listriknya belum mencukupi atau karena teknologi pembangkit listriknya belum diperbarui,” ujar Mark Sait.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan setidaknya kenaikan 20 persen kapasitas energi pada 2050.
Tapi angka itu bisa melonjak dua kali lipat, yaitu dua kali dari permintaan listrik saat ini sebesar 348 terawatt/jam per tahun, jika pertumbuhan permintaan mobil listrik terus melonjak.

Semakin banyak mobil listrik mengisi daya baterai secara bersamaan, maka permintaan daya listrik otomatis melonjak tiba-tiba.

Untuk diketahui, SaveMoneyCutCarbon adalah organisasi yang bertugas membantu fasilitas-fasilitas besar, termasuk sekolah dan hotel, untuk mengurangi konsumsi listrik.

Baca juga:  Honda e Resmi Dijual Mulai Musim Panas 2020

Dari gambaran tersebut, ada baiknya negara seperti Indonesia untuk mempersiapkan diri lebih baik dari sisi infrastruktur jika tak ingin kejadian blackout massal terulang lagi di masa mendatang. [dp/TGH]