Ibu Kota Baru Bakal Jadi yang Pertama Terapkan Mobil Listrik

Pembuatan kendaraan listrik berdampak pada cadangan mineral berkurang, khususnya untuk pembuatan baterainya.

DAPURPACU – Ibu Kota baru di Kalimantan Timur diharapkan menjadi daerah pertama di dunia yang mewajibkan penggunaan kendaraan listrik. Mungkinkah?

“Pemerintah ingin memindahkan ibu kota, jadi akan lebih ideal lagi kalau semuanya berbasis electric (listrik), smart city, dan saya rasa ini akan menjadi satu-satunya ibu kota di dunia yang semuanya harus berkendaraan hybrid atau electric vehicle (ev),” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, di Jakarta, Selasa (27/8).

Jika Indonesia berani melakukan terobosan tersebut, menurut Rosan, seluruh dunia akan memuji. Hal itu masih memungkinkan, tapi syaratnya pemerintah harus secepatnya menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik yang memadai di ibu kota baru tersebut.

“Infrastruktur tersebut antara lain, stasiun pengisian ulang baterai maupun pasokan listriknya. Masih ada empat tahun lagi untuk mempersiapkan sehingga yang masuk ibu kota itu electric car (mobil listrik), electric motor (motor listrik) maupun kendaraan hybrid,” papar dia.

Rosan menilai, dunia usaha memandang positif pemindahan ibu kota negara. Meski jarak ibu kota dengan pusat bisnis menjadi lebih jauh, hal itu tidak lagi menjadi kendala bagi dunia usaha.

“Dalam pengurusan izin bisnis misalnya, dunia usaha sudah tidak khawatir karena proses perizinan tidak lagi terbatas melalui pertemuan fisik. Terlebih, pemerintah sudah mengembangkan sistem perizian online terintegrasi (OSS) yang memungkinkan proses perizinan bisa lebih mudah dan terbuka,” ujar Rosan.

Presiden Jokowi telah mengambil keputusan soal pemindahan ibu kota negara. Dalam pengumuman yang disampaikannya Senin (26/8), ibu kota negara akan dipindahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara. [dp /PNB]