Pencapaian Vinales di Tengah Drama Rossi dan Marquez


DAPURPACU – Maverick Vinales akhirnya membuktikan bahwa Yamaha masih memiliki taji hingga memasuki seri ke-13 musim balap MotoGP 2019. Hal itu dibuktikan dengan torehan pole position di Sirkuit Riviera, Misano, Italia, Sabtu (14/9).

Bagi pebalap dengan julukan Top Gun ini, pencapaian ini menjadi yang pertama diraihnya, meski sang Spaniard mampu meraih podium pada MotoGP Assen, Belanda, akhir Juni lalu.

Vinales mampu memperbaiki waktunya hingga berakhirnya kualifikasi kedua dengan torehan 1 menit 32,256 detik, menyusul di belakangnya pebalap KTM Pol Espargaro dan Fabio Quartararo yang harus puas mengisi slot terakhir di barisan terdepan.

Perolehan waktu yang diraih Top Gun terus merangkak naik sejak sesi latihan ketiga (FP3), meski tidak beranjak dari waktu 1 menit 32 detik dan membuntuti sang rookie asal tim Petronas Yamaha, yang cukup trengginas di seri ini.

“Kami siap bertarung untuk meraih kemenangan,” kata Vinales usai kualifikasi, seperti dikutip Speedweek. “Saya cukup senang karena saya merasa sangat baik sejak Jumat,” tambahnya.

Baca juga:  Drama Misano Terulang, Marquez Raih Gelar Juara Keenam MotoGP

Vinales menuturkan meski menggunakan ban bekas, dirinya mampu tampil positif. Dia pun optimis menatap balapan esok hari mampu mendulang hasil yang menggembirakan bagi dirinya dan tim.

“Saya meyakini bahwa saya telah meningkatkan gaya berkendara di atas motor. Itulah progres yang saya capai di lintasan ini,” ujarnya lagi.

Selain itu, Vinales beranggapan bahwa Sirkuit Misano mampu menunjukkan kepiawaiannya di atas tunggangan. Sebagai catatan, dirinya pernah merasakan menempati pole position di sirkuit itu pada 2017, dan di barisan terdepan tahun lalu.

Namun, Vinales mengakui bahwa dirinya belum pernah merasakan podium di MotoGP Misano, yang menurutnya bisa ia raih kala menyandang pebalap bintang di kubu Yamaha. Hal itu diakuinya bahwa performa M1 kurang memenuhi keinginannya.

“Entah bagaimana kami mendapatkan kecepatan menikung yang baik bahkan dalam kondisi yang licin sekalipun. Saya pikir itu sebabnya kami sangat cepat. Dalam balapan, ban soft atau medium akan menjadi pilihan yang baik bagi kami,” imbuhnya.

Baca juga:  Quartararo Kuasai FP2, Márquez Keluar Dari Lima Besar

“Kami akan mencoba untuk mendorong dari babak pertama, kemudian kita akan melihat. Tetapi kami siap untuk berjuang sampai akhir. Tujuannya pasti untuk berjuang untuk kemenangan,” pungkasnya.

Kenangan Sirkuit Sepang Bagi Rossi dan Marquez

Posisi Marc Marquez pada kualifikasi memang makin melorot dibanding pada FP3, di mana dia mengisi slot kelima di belakang rekan Quartararo, Franco Morbidelli. Begitu juga dengan kompatriot Vinales, Valentino Rossi yang harus puas berada di posisi tujuh, membuntuti Andrea Dovizioso.

Kondisi tersebut merupakan imbas dari friksi keduanya jelang berakhirnya sesi kualifikasi (final lap). Kejadiannya berawal saat Marquez yang terus mengikuti pergerakan Rossi, sebelumnya akhirnya dirinya berhasil merangsek ke depan.

Usaha The Baby Allien ini memang untuk mengejar waktu agar dirinya tidak kehilangan momen karena melebihi batas trek kualifikasi. Layaknya dalam balapan, keagresifan Marquez berujung pada terpancingnya emosi Rossi.

Baca juga:  Quartararo Raih Pole Position Keempat di MotoGP Thailand

Sebab, dalam bermanuver, Marquez begitu agresif saat mendahului. The Doctor pun terus mengejar Marquez hingga dirinya mendapatkan kesempatan untuk mendahului, tepatnya pada tikungan 14. Kecepatan berkurang dan sedikit mendekati motor Marquez.

Hampir terjadi senggolan antara keduanya, beruntung Marquez bisa menghindari dan langsung keluar dari kondisi tersebut. Tapi apa daya, waktu kualifikasi pun berakhir.

Atas kejadian tersebut keduanya diharuskan menghadap race direction untuk menjelaskan kejadian yang dialami. [dp/MTH]