Mengapa Yamaha MT-25 Tampilan Baru Meluncur di Thailand? | dapurpacu.id

Mengapa Yamaha MT-25 Tampilan Baru Meluncur di Thailand?


DAPURPACU – Langkah unik dilakukan PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. dalam meluncurkan tampilan terkini naked sport dari keluarga MT Series, MT-25. Motor produksi pabrik Yamaha di Indonesia ini resmi memperkenalkan penyegaran terbarunya di negara Thailand dan daratan Eropa, bukan di Tanah Air.

Yordan Satriadi selaku Deputy GM Marketing YIMM mengatakan langkah facelift pada MT-25 untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang terus berkembang seiring dengan perubahan tren gaya hidup masa kini.

“Kami yakin dengan desain baru yang semakin sporty serta update fitur menjadi lebih modern, membuat MT-25 generasi terbaru menjadi primadona yang menambah gairah pasar Naked Sport 250cc,” kata Yordan, dalam siaran resminya, Kamis.

Untuk penyegaran pada MT-25 meliputi disematkannya suspensi Up Side Down (USD) seperti yang juga dipasangkan pada R25. Pemasangan suspensi model ini diklaim membuat tampilannya makin gahar, sekaligus memberikan handling mumpuni saat di tikungan.

Selain itu turut pula dipasangkannya ban tubeless tapak lebar dengan diameter 110/70-17 di depan dan 140/70-17 di belakang, yang diyakini mampu meningkatkan kestabilan saat berkendara.

Ubahan lainnya berupa desain cover anyar yang dibuat lebih besar, plus cover air scoop. Kemudian desain baru pada lampu utama dengan LED projector, yang disematkan di lampu sein dan lampu belakang.

MT-25 terbaru tetap mengaplikasikan speedometer full digital dengan shift timing light yang berfungsi memberi tanda kepada pengendara kapan harus melakukan perpindahan gigi untuk memperoleh akselerasi berkendara optimal.

Beralih ke area dapur pacu, mesin 2 silinder berkapasitas 250 cc DOHC 6-percepatan 8 katup dengan kelengkapan radiator masih tertanam. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga 35 hp dan torsi 23,6 Nm pada 10.000 rpm.

Tiga warna pilihan tersedia yakni Matte Grey, Metallic Blue dan Metallic Black. Motor ini dipasarkan seharga Rp53,9 juta OTR Jakarta. [dp/MTH]