Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Kendaraan Listrik Asean | dapurpacu.id

Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Kendaraan Listrik Asean


DAPURPACU – Industri sepeda motor nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

“Dalam roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor, Pemerintah Indonesia menargetkan produksi sepeda motor akan tumbuh sampai 10 juta unit pada 2025, dengan target ekspor satu juta unit kendaraan per tahun di 2025,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (3/12).

Agus mengungkapkan, dari sisi produksi dan penjualan sepeda motor nasional sejak 2010 sampai 2018 telah mencapai rata-rata di atas 6,5 juta unit per tahun. Hal ini membawa dampak positif karena banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

“Produksi sepeda motor periode Januari hingga Oktober 2019, tercatat sebanyak 6,2 juta unit, di mana penjualan domestik sebesar 5,5 juta unit dan ekspor sebesar 682.000 unit,” paparnya.

Adapun negara utama tujuan ekspor sepeda motor dari Indonesia, di antaranya ke Filipina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Jepang, Eropa Barat dan Amerika Latin.

Agus menambahkan, pemerintah juga menargetkan sekitar 20% dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada 2025 adalah sepeda motor listrik. Dari jumlah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan hingga 2029. Sehingga, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan Asean.

“Untuk merealisasikan target tersebut, kami secara agresif mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif, sehingga target pada 2030 tersebut, bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” tegas Agus. [dp/PNB]