Indonesia Coffeeride, Cara Rider ini Kupas Kopi di Tanah Air | dapurpacu.id

Indonesia Coffeeride, Cara Rider ini Kupas Kopi di Tanah Air


DAPURPACU – Indonesia memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Masyarakat pecinta kopi pun ingin tahu lebih jauh bagaimana pengolahannya sehingga begitu nikmati terasa enak.

Rasa keingintahuan tersebut pun menyelubungi benak Elsid Arendra filemon dan Deni kristiyanto, sehingga keduanya berencana untuk mengetahui lebih dalam bagaimana para petani mengolah kopi.

Dalam eksplorasi bertajuk ‘Indonesia Coffeeride’ ini, Andra dan Deni memulai perjalanan dari Jakarta pada Jumat (10/1) lalu langsung menuju Bandung dan Garut. Tujuan utama dari turing ini adalah menggali kekayaan flora Indonesia yakni kopi.

Sejatinya, perjalanan kali ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan ‘Menjelajahi Jejak Kuliner Peranakan Tionghoa di Pantai Utara Jawa’ pada 2016 lalu. Untuk turing ini didukung penuh oleh BMW Motorrad Indonesia yang ‘mengutus’ BMW G310 Adventure sebagai tunggangannya.

“Intinya saya ingin merangkum apa yang diceritakan setiap petani kopi yang nanti saya temui. Hasilnya nanti saya rencana mau buat buku, dengan menggandeng Angkasa Pura,” terang Andra, disela temu media.

Di wilayah Jawa Barat, lanjut Andra, bakal mengunjungi ke kopi Java Preanger, kopi Manglayang, dan kopi Malabar yang telah kondang di masyarakat. Selanjutnya akan berlanjut ke berbagai daerah seperti di Bondowoso dan Banyuwangi.

Usai menemui para petani kopi di Jawa Timur, Indonesia Coffeeride menyeberang menuju Pulau Dewata untuk melihat kopi Kintamani yang terkenal dengan kopi Luwak dan kopi yang kental dengan aroma buah.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lombok untuk melihat lebih dekat kopi Sajan di Sembalun dan kopi Rau di Lombok Timur. Bajawa adalah tujuan akhir dari tim Indonesia Coffeeride, yang dijadwalkan berakhir pada 29 Januari nanti.

Bajawa sendiri sudah terkenal hingga ke manca negara sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia. Juga mendapat dukungan penuh dari Angkasa Pura, tim akan kembali ke Ibu kota melalui jalur udaradari bandara Komodo, Labuan Bajo.

Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, mengatakan pihaknya memiliki komitmen terhadap pengembangan destinasi pariwisata dan perekonomian masyarakat di wilayah bandara kelolaan perusahaan berada.

Di sektor industri kopi, lanjut Handy, Angkasa Pura I juga memiliki beberapa mitra binaan pengusaha kopi lokal di beberapa wilayah, yaitu Istana Kopi Lombok, Kopi Bubuk Bali Wahana, Kopi Murni Bali Dewata, Kopi Pace Papua, Warung Kopi DST Yogyakarta, Warung Kopi Dua Putra Surabaya.

“Kami percaya perkembangan industri kopi daerah juga akan menambah atraksi dan berdampak positif terhadap perkembangan destinasi daerah,” pungkasnya. [dp/MTH]