Riding With The Wind Vol.2 Sapa Pecinta Seni di Bali | dapurpacu.id

Riding With The Wind Vol.2 Sapa Pecinta Seni di Bali


DAPURPACU – Pecinta seni yang saat ini sedang berada di Pulau Bali, bisa menikmati sajian hasil karya lukisan dalam sebuah galeri dari Tommy Dwi Djatmiko. Pameran ini telah berlangsung sejak 21 Februari lalu.

Digelar di Deus Ex Machina, Canggu, pameran bertema bertema otomotif dengan nama Riding With The Wind Vol.2 tersebut menampilkan beberapa karya dari pria yang akrab di sapa Mastom.

“Pameran ini merupakan eksebisi even yang diselenggarakan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap dunia fauna Indonesia,” jelas Mastom, dalam siaran resminya, Minggu (15/3) lalu.

Total ada 18 hasil karya Mastom yang ditampilkan, meliputi 8 lukisan, 9 karya seni cetak, dan juga 1 karya instalasi dalam bentuk motor utuh.

Mastom mengaku pada saat pembukaan pameran, beberapa hasil karyanya ada yang sudah langsung laku terjual oleh pengunjung yang datang. Pameran akan berakhir pada 22 Maret mendatang.

Dylan Kaczmarek, Operational Manager Deus Ex Machina, mengatakan eksebisi seni ini sangat menarik secara konsep sehinggadengan tangan terbuka menerima ide yang diajukan oleh Mastom.

“Selain menunjukkan karya seni yang berhubungan dengan dunia custom kami juga senang dengan ide untuk pelestarian fauna yang dilakukan oleh Mastom,” kata Dylan.

Baca juga:  Builder Indonesia Gali Ilmu di Arlen Ness Motorcycles

Beberapa kurator seni yang menyempatkan datang ke lokasi acara pameran juga memberikan tanggapan positif mengenai pameran ini, salah satunya adalah Rifky ‘Goro’ Effendy.

“Karya karya yang ditampilkan di pameran ini memiliki karakter yang sangat kuat, karena beda dengan karya lukis dari seniman lain. Gabungan dari warna yang colourful dan banyaknya teks membuat konsep diary atau catatan kehidupan bermotornya menjadi sesuatu yang baru, segar dan sangat bercerita,” ucap Goro.

Menurut Goro, untuk karya instalasi “Motor Jalak Bali” yang dihadirkan menurutnya adalah sebuah karya seni Patung atau Sculpture karena syarat akan konsep dan makna.

Keseimbangan Alam
Karya instalasi yang ditampilkan Mastom berupa motor custom berbasiskan Kawasaki GTO tahun 1981, diberi nama ‘Motor Jalak Bali’ atau dengan istilah ‘L/R’.

Karya tersebut perwujudan esensi dari bentuk dan warna dari burung Jalak Bali yang berwarna Biru Metalik dan Putih. Tangki bagian kiri tertera tulisan “Leucopsar” dan bagian kanan tertera “Rothschildi”.

Mastom menjelaskan bila kedua tulisan ini digabungkan menjadi nama latin dari burung Jalak Bali yang ia kagumi sejak masih duduk di Sekolah Dasar.

Baca juga:  Builder Indonesia Gali Ilmu di Arlen Ness Motorcycles

Sementara plat nomor balap bagian depan juga tertulis huruf “L/R” yang bermakna ganda. “Leucopsar Rothschildi” bisa juga “Left Right” atau Yin Yang dan Keseimbangan dengan Alam.

Tak hanya itu, Mastom juga secara serius mempelajari suara yang dihasilkan oleh burung Jalak Bali dan mengulik suara knalpot dengan memanfaatkan saringan mobil VW, sehingga suara yang dihasilkan seperti cuitan dari burung itu.

Khusus untuk karya Instalasi ini rencana akan dilelang secara online melalui akun Instagram pribadi miliknya @mastomcustom, dan hasilnya akan disumbangkan ke Begawan Foundation yang menangani konservasi burung Jalak Bali.

Lelang online ini nantinya akan ditutup pada 22 Maret nanti, dan sampai saat ini angka penawaran tertinggi sudah mencapai angka Rp 40 juta!.

Gelar Pameran di Penghujung Tahun
Sebelumnya, Mastom telah mengadakan Solo Exhibition pertamanya di Bandung yang merupakan kota kelahirannya. Riding With The Wind Vol.1 diadakan pada Agustus hingga September 2019 lalu di Galeri Yuliansyah Akbar, Urbane, Jl Cigadung Selatan No.5 Bandung.

Baca juga:  Builder Indonesia Gali Ilmu di Arlen Ness Motorcycles

Selama satu bulan penuh Mastom melaksanakan sebuah pameran tunggal. Karya-karya yang dipamerkan saat itu sebagian besar sudah berpindah tangan ke para kolektor seni yang hadir, termasuk karya instalasi berwujud motor FR 80 atas nama Tino Sidin.

Motor tersebut berhasil dilelang dan hasilnya disumbangkan ke Museum Taman Tino Sidin di Bantul, Jawa Tengah di bulan September 2019 tahun lalu.

Rencananya setelah menyelesaikan Riding With The Wind Vol 2, Mastom akan menyiapkan Riding With The Wind Vol.3 dan juga berencana untuk menggelar sebuah pameran di Jepang pada akhir tahun nanti.

Sebagai permulaan, Mastom akan menyiapkan pameran kecil bertemakan Road to Japan yang akan digelar pertengahan tahun ini di Kota Bandung. Tujuannya adalah berkumpul, silaturahmi dan syukuran berdoa bersama karena akan membawa misi nama Indonesia.

“Selama saya hidup di dunia motor dan diberi kesehatan yang baik, saya percaya tak akan kehabisan ide dalam proses kreasi kekaryaan saya, karena segudang cerita bisa saya tuangkan dalam karya seni,” tutup Mastom. [dp/MTH]