Ini Cara SPBU Pertamina Cegah Penyebaran Virus | dapurpacu.id

Ini Cara SPBU Pertamina Cegah Penyebaran Virus


DAPURPACU – Pertamina melakukan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran virus korona di area SPBU. Hal ini mengingat wilayah itu merupakan area publik yang rentan penyebaran virus tersebut.

Langkah antisipatif ini menurut VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman agar layanan BBM kepada pemilik kendaraan tetap berjalan dan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman.

“Seperti kita tahu, SPBU merupakan tempat publik dimana banyak orang yang lalu Lalang. Sehingga kami menerapkan prosedur tambahan, bukan saja untuk mengantisipasi penyebaran virus, namun juga menjaga operator SPBU sebagai garda depan kami,” ujar Fajriyah.

“Bagaimanapun, mereka adalah bagian penting dari perusahaan yang bertugas melayani langsung masyarakat, sehingga kami juga berkepentingan menjaga mereka,” tambahnya.

Fajriyah memaparkan, beberapa upaya dalam penanganan tersebut antara lain:

1. SPBU melakukan pemeriksaan suhu kepada setiap petugas SPBU yang akan memulai dan mengakhiri shift bertugas.
2. Seluruh petugas SPBU Pertamina wajib menggunakan masker dan menjaga jarak dengan konsumen sekitar 1,5 meter.
3. Petugas SPBU juga menggunakan sarung tahan berbahan karet saat proses penerimaan dan pengembalian uang serta menghindari menyentuh wajah.
4. SPBU menyediakan hand sanitizer atau alcohol lebih dari 60% di setiap pulau pompa ataupun area dengan tingkat interaksi yang tinggi. Selain itu, petugas diwajibkan membersihkan tangan setiap kali melayani transaksi.
5. Untuk SPBU yang menyediakan layanan self service, SPBU menyediakan petugas yang rutin membersihkan nozzle dengan disinfektan.
6. Area kantor dan fasilitas lainnya terutama yang sering dikunjungi konsumen seperti toilet dan musholla, juga dibersihkan secara rutin dengan disinfektan.
7. Konsumen dihimbau untuk menggunakan metode pembayaran cashless.

Baca juga:  Nurani Astra Donasikan APD Melalui BNPB

Fajriyah menambahkan, upaya-upaya ini dilakukan bukan saja di SPBU namun juga di jaringan distribusi Pertamina lainnya seperti agen dan pangkalan LPG.

Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak panik dalam membeli BBM maupun LPG, karena pelayanan akan tetap berjalan dengan baik dan ketahanan stok BBM maupun LPG dijaga untuk terus berada di level lebih dari 20 hari.

“Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU dan agen/pangkalan resmi untuk melakukan langkah-langkah seperti di atas. Apabila ada masyarakat yang merasa ada ketidaksesuai prosedur atau membutuhkan informasi tambahan mengenai layanan Pertamina, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” tambahnya. [dp/MTH]