PSBB di Ibu kota, Jumlah Pelanggar Capai 54% | dapurpacu.id

PSBB di Ibu kota, Jumlah Pelanggar Capai 54%


DAPURPACU – Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta telah dimulai sejak 10 April lalu. Meski begitu masih banyak pengendara yang melanggar ketentuan yang ditetapkan.

Jasa Marga bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan mencatat sebanyak 1.549 kendaraan, atau sebanyak 54% dari total 2.863 kendaraan yang diperiksa, masih menyalahi ketentuan PSBB.

Data ini didapat dari tiga checkpoint yang terletak di akses Gerbang Tol (GT), yakni GT Tomang Jalan Tol Dalam Kota, GT Kapuk Jalan Tol Sedyatmo, dan GT Cikunir 2 Jalan Tol JORR.

Persentase jumlah pelanggaran ketentuan PSBB secara harian diklaim masih fluktuatif. Di hari pertama pemberlakuan PSBB (10/4), Jasa Marga memeriksa 142 kendaraan dengan 81 unit di antaranya (57%) melanggar ketentuan PSBB.

Foto: Dirlantas Polri Polda Metro Jaya

Pada hari berikutnya (11/4) mengalami peningkatan, yaitu dari 296 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 196 unit di antaranya melanggar (66%). Pada hari kesembilan (18/4), dari 214 kendaraan yang diperiksa, terdapat 146 unit (68%) yang melanggar.

Baca juga:  Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik Masih Ada

Jenis kendaraan yang terbanyak melanggar adalah kendaraan kecil (44%) dan truk (40%). Sementara jenis pelanggaran yang terbanyak yaitu tidak mengenakan masker (72%) dan jumlah penumpang melebihi ketentuan (19%).

“Jasa Marga senantiasa aktif melakukan mitigasi risiko terhadap penyebaran Covid-19 di lingkungan rest area dan gerbang tol pada jalan tol-jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group,” demikian rilis Jasa Marga.

Jasa Marga juga menghimbau pengguna jalan yang masih menggunakan jalan tol, khususnya di wilayah-wilayah yang diberlakukan PSBB, untuk mematuhi ketentuan khususnya jumlah maksimal penumpang dalam rangka menjalankan prinsip physical distancing. [dp/MTH]