Pertamina Lubricants Berikan Santunan di Tiga Lokasi Pabrik | dapurpacu.id

Pertamina Lubricants Berikan Santunan di Tiga Lokasi Pabrik


DAPURPACU – PT Pertamina Lubricants melalui ketiga pabrik pelumasnya yakni Production Unit Jakarta, Gresik dan Cilacap, menyalurkan bantuan kepada 11 panti asuhan dan yayasan yang ada di sekitar operasi pabrik.

Santunan berisikan masker dan uang tunai senilai lebih dari Rp100 juta ini secara serentak diberikan kepada 448 anak yatim di wilayah Ring 1 pabrik.

Santunan diserahkan langsung oleh perwakilan setiap pabrik dan diterima oleh perwakilan anak yatim dan pengurus panti asuhan. Pemberian santunan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan physical distancing.

Iwan Ridwan Faizal, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants mengatakan, Ramadhan tahun ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena semua berada di tengah pandemi Covid-19.

“Biasanya kami mengajak anak-anak untuk bisa mengunjungi pabrik, lalu berdoa dan berbuka puasa bersama. Namun tahun ini kami yang berkesempatan untuk bersilaturahmi langsung ke panti asuhan dan yayasan,” kata Iwan, dalam siaran resminya.

“Sungguh merupakan kebahagiaan bagi kami untuk bisa berbagi dan meringankan beban sesama serta menambah semangat di kondisi sulit saat ini”, tambahnya.

Adapun ke 11 panti asuhan dan yayasan penerima santunan meliputi Panti Yatim Khoiru Ummah, Panti Yatim Amanah, Panti Yatim Muhammadiyah, dan Kelurahan Lomanis di Cilacap.

Disusul Yayasan Miftakhul Jannah, Yayasan Hidayat Umat, RW 07 Kelurahan Sidokumpul, dan Desa Pulopancikan di Gresik, dilanjutkan dengan Yayasan Al Khairiyah, Yayasan Mafaza, Yayasan Darrul Fikri, Yayasan Lagoa, Yayasan Baitussalam dan Yayasan Nurul Yaqin di Jakarta.

“Walau mobilitas terbatas, PT Pertamina Lubricants senantiasa terus berupaya untuk berbuat kebaikan di berbagai wilayah operasi,” imbuh Iwan.

“Semoga silaturahmi dengan anak-anak dan pengurus panti asuhan maupun anak-anak di desa binaan wilayah pabrik tetap dapat terjalin dengan erat walau sedang menjalani berbagiai batasan sosial,” pungkasnya. [dp/MTH]