Dyandra Siap Gelar Eksibisi dan Even 'Sehat' di Era New Normal | | dapurpacu.id

Dyandra Siap Gelar Eksibisi dan Even ‘Sehat’ di Era New Normal

Dyandra Promosindo bakal menerapkan konsep hibrida di tiap eksibisi dan even yang digelarnya.

DAPURPACU – Dyandra Promosindo telah menyiapkan sejumlah even ditengah pemberlakuan masa transisi yang berlaku di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah saat ini. Langkah ini sebagai kepatuhan dari protokol kenormalan baru dari pemerintah.

Kesiapan utama yang yaitu mewajibkan kepada peserta pameran maupun even, kontraktor, pengunjung dan tentunya penyelenggara, serta stakeholder lain untuk memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan dari seluruh pihak yang terlibat.

Protokol kesehatan dasar seperti cek suhu tubuh maksimal 37,5 derajat celcius, mencuci tangan atau hand sanitizer, menggunakan masker atau dengan tambahan face shield, serta jaga jarak (physichal distancing) dengan lawan bicara, harus dipatuhi demi kelangsungan acara dan membuat #EventAmanJadiNyaman.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh mengatakan semua lini kehidupan saat ini, harus beradaptasi dengan perubahan. Untuk itu, pihaknya akan menjalankan bisnis berkonsep Hybrid sesuai kebutuhan new normal.

“Seluruh exhibition dan event yang akan digelar mulai saat ini akan mengedepankan kesehatan dan keselamatan stakeholder yang terlibat,” jelas Kohen, sapaan akrab pria ini, dalam siaran resminya.

Baca juga:  IIMS Motobike Show 2020 Tetap Digelar di Tengah Pandemi
Penerapan teknologi Near Field Communications (NFC) untuk program undian grand prize melalui Tap Box di IIMS 2018.

Konsep hibrida pada even merupakan perpaduan antara pertemuan virtual dan fisik. Kohen pun mengklaim konsep ini sudah diterapkan dalam even Dyandra Promosindo beberapa tahun terakhir, yaitu digitalisasi.

Era tersebut, lanjut Kohen, sudah menjadi satu nafas kesatuan dengan pameran Dyandra. Namun dampak pandemi Covid-19, pameran hibrida dengan kesatuan digital makin terakselerasi untuk memenuhi kebutuhan kenormalan baru.

Contoh yang sudah diterapkan pada pameran sebelumnya adalah penggunaan sistem pembayaran non-tunai (cashleess payment system), dan tiket masuk menggunakan Near Field Communications (NFC) system.

Lalu dokumen kepesertaan disajikan dan dikoordinasikan melalui sistem yang terintegrasi antara peserta dan penyelenggara, penggunaan mobile apps, e-directory atau e-catalogue, serta menanyangkan live streaming pameran dan konser yang sedang berlangsung.

“Tentu saja konsep digital ini makin dipertajam untuk kepentingan kenyamanan pengunjung dan menaikkan potensi transaksi digital,” tambahnya.

Penggunaan teknologi informasi melalui Mobile App untuk event MUFFEST 2020.

Regulasi baru seperti menerapkan gangway dengan ukuran minimal 3 meter, meyiapkan Crowd Controller, membatasi jumlah individu yang ada dalam booth, menggunakan seragam yang lengkap dan aman saat pre-install dan dismantling, penyemprotan disinfektan secara berkala, dan pada food area harus menggunakan kemasan food grade & disposable (sekali pakai).

Baca juga:  IIMS MotoBIKE Show 2020 Berikan 'Ruang' Bagi Pecinta Sepeda

Semua pihak, termasuk Dyandra Promosindo berharap agar situasi bisa berangsur-angsur pulih dan kegiatan bisnis dan pameran bisa pelan-pelan bangkit kembali.

“Kondisi nanti sudah tidak akan sama lagi dengan kondisi sebelum Covid-19, dengan kata lain mozaik industri MICE akan berubah total. Saya yakin Dyandra Promosindo akan menjawab tantangan pada era new normal ini dengan karya dan inovasi pada even-even mendatang,” tutup Kohen.

Hingga saat ini Dyandra Promosindo secara resmi telah mengumumkan penundaan sejumlah event dalam skala nasional maupun internasional, salah satunya yaitu Indonesia International Motor Show di Jakarta dan Makassar, yang akan digulirkan tahun depan.

Sementara untuk IIMS 2020 Surabaya, dijadwalkan digelar pada 11-15 November di Grand City Convex. [dp/MTH]