Ekspor Tumbuh di Tengah Pandemi Bikin Suzuki Tersenyum | dapurpacu.id

Ekspor Tumbuh di Tengah Pandemi Bikin Suzuki Tersenyum

Ekspor Suzuki Ertiga dalam bentuk CBU berkontribusi signifikan selama periode Januari - Mei 2020.

DAPURPACU – Industri otomotif Tanah Air telah melewati kuartal 1 tahun ini di tengah pandemic coronavirus disease 2019 (Covid-19). Tak hanya penjualan domestik, penurunan juga terjadi pada lini ekspor terutama dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU).

Data Gaikindo mencatat ekspor mobil CBU periode Januari – Mei 2020 hanya mencapai 95.387 unit. Angka ini merosot 19,9% dibanding periode yang sama 2019 yaitu sebesar 119.125 unit.

Meski begitu, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengklaim justru ekspor mereka mengalami pertumbuhan pada periode itu, yakni sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini membuat ekspor Suzuki secara keseluruhan tumbuh di saat neraca ekspor industri otomotif turun. Menurut Assistant Dept. Head Production Planning Control PT SIM, Aris Yuliyantoro, sebetulnya perusahaan optimis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22%.

“Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif,” jelas Aris.

Ekspor New Carry selama lima bulan pertama 2020 tercatat 2.169 unit.

Sepanjang Januari sampai Mei lalu, Ertiga berhasil menggantikan posisi New Carry yang beberapa waktu terus mendominasi ekspor CBU Suzuki ke berbagai negara di dunia.

Di sini Suzuki Ertiga menjadi kontributor terbesar yaitu sebanyak 7.880 unit, diikuti New Carry yang berhasil mengapalkan 3.339 unit.

Produk baru Suzuki XL7 yang diluncurkan pada Februari 2020 turut mendorong ekspor Suzuki dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit. Tahun ini Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia.

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun 2020 meski terpapar pandemi Covid-19.

Data dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyatakan bahwa ekspor kendaraan roda-empat CBU di Indonesia selama kuartal 1 2020 mencapai 87.879 unit.

Sebagai informasi, selama pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari Maret-Mei, beberapa kali periode Suzuki menghentikan produksi kendaraan di pabrik-pabriknya di Indonesia.

Namun, terhitung sejak akhir Mei lalu pabrik-pabrik Suzuki di tiga lokasi kembali beroperasi, di mana untuk sementara ini hanya difokuskan untuk memproduksi unit ekspor saja.

Aris menuturkan dengan adanya peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik.

“Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah,” pungkasnya.

Dia pun berharap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. [dp/MTH]